Astaghfirullah al 'azhim ... 100x
ya! bangsa Indonesia harus banyak2 beristighfar. bgm tdk? tsunami, longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, silih berganti menghantam negeri ini. apakah Indonesia sudah dihinakan oleh Allah SWT? bisa jadi.
" Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (QS. Asy Syuura : 30)
cukuplah kalam Allah ini menjadi bahan introspeksi bagi kita. musibah yang beruntun yang melanda negeri ini bisa jadi memang berasal dari kesalahan dan dosa-dosa kita sendiri.
fakta bahwa Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia, yang seharusnya ini adalah hal yang positif sangatlah kontradiktif dengan predikatnya masuk dalam peringkat 3 besar negara terkorup di dunia.
atau tentang praktek seks bebas di kalangan remaja seolah tidak menjadi perhatian serius dari bangsa ini (bukan hanya pemerintah, tapi harusnya seluruh lapisan masyarakat).
belum lagi tentang narkoba yang konon katanya di Indonesia ada begitu banyak prabrik yang beroperasi dengan bebas.
alam Indonesia yang begitu indahnya tidak lagi menampakkan keelokannya. mungkin karena saking indahnya, orang-orang menjadi terhipnotis dalam memanfaatkan kekayaannya, orang-orang menjadi tidak peduli untuk merawat, toh sudah elok, jd buat apa bersusah-susah, bisa jadi pikirannya seperti itu. kayu ditebang dengan seenaknya, tapi tidak diiringi dengan reboisasi, padahal tidakkah mereka tahu bahwa pohon sejenis jati harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa tumbuh besar dan kuat untuk menyerap serta menahan air? lalu jika terjadi banjir bagaimana? akhirnya semuanya saling menyalahkan. masyarakat menyalahkan pemerintah, sebaliknya juga begitu.
Allahu Rabbi, banyak sekali PR yang harus dibenahi negeri ini. berikan kami kemampuan dan kesempatan untuk memperbaiki diri. ampuni dosa kami, janganlah engkau hukum kami dengan azab yang pedih. amin...
Jumat, 05 November 2010
Rabu, 03 November 2010
JK, salah seorang tokoh panutan Indonesiaku
Siapa bilang Indonesia tidak punya tokoh panutan? ada koq, salah satunya putra Sulawesi Selatan, Bpk. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK). sebelumnya saya biasa saja jika mendengar atau membaca berita tentang beliau. tapi ada yang luar biasa, yang mengharukan dan sekaligus membuatku kagum dengan pribadi beliau. adalah Andi Suruji, wartawan Kompas yang turut serta dalam rombongan lawatan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (tak lain adalah Bpk. Muhammad Jusuf Kalla) ke Jordania, Palestina, dan Israel, 13-20 Oktober 2010 lalu, yang menuliskan kisah perjalanan beliau beserta rombongan tersebut. jadilah saya mengikuti kisahnya yang dituliskan secara bersambung.
sudah menjadi hal yang wajar (bahkan mungkin ada yang mengatakan wajib) jika mantan orang nomor 2 Indonesia ini mendapat pengawalan dan pengamanan dari pemerintah selama lawatannya ini, tapi dasar JK, beliau dengan kepribadiannya yang simple, tidak mau ribet, maunya yang praktis dan bisa cepat bergerak, jadilah beliau berangkat tanpa pengawalan dan pengamanan pribadi, padahal semua orang tahu kalau daerah yang akan dikunjungi adalah daerah konflik, zona perang. menurutku, hal ini luar biasa, bagi sebagian orang yang memegang jabatan penting, tidak jarang menjadi paranoid dengan keselamatan dan keamanannya jika berkunjung ke luar negeri apalagi daerah konflik, tapi beliau menghadapinya biasa saja.
Ada lagi, ketika berada di Jordan, beberapa kali waktu keberangkatan dibicarakan, diundur, dimajukan, diundur lagi. Dalam ketidakpastian itu, JK terlihat santai-santai saja, bahkan ia menggunakan kesempatan itu untuk berbicara secara santai dengan para staf KBRI. Halloo...biasanya juga kalau para pejabat yang jadwalnya molor dan harus menunggu beberapa menit saja, kebanyakan sudah marah-marah, apalagi harus menunggu berjam-jam dalam ketidakpastian jadwal. Menanggapi skenario perjalanan yang berubah-ubah terus, JK tenang saja, malah beliau berseloroh "Memang harus begitu. Kalau kita dalam perjalanan seperti ini, jadwal berubah-ubah itu tidak soal. Malah lebih bagus. Kalau ada penembak gelap kan bisa meleset,". hi..hi..hi..bapak bisa aja.
JK..JK..untuk seorang pejabat seperti dirimu, bagiku engkau luar biasa.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat-Nya kepada pak JK dan keluarganya.
sudah menjadi hal yang wajar (bahkan mungkin ada yang mengatakan wajib) jika mantan orang nomor 2 Indonesia ini mendapat pengawalan dan pengamanan dari pemerintah selama lawatannya ini, tapi dasar JK, beliau dengan kepribadiannya yang simple, tidak mau ribet, maunya yang praktis dan bisa cepat bergerak, jadilah beliau berangkat tanpa pengawalan dan pengamanan pribadi, padahal semua orang tahu kalau daerah yang akan dikunjungi adalah daerah konflik, zona perang. menurutku, hal ini luar biasa, bagi sebagian orang yang memegang jabatan penting, tidak jarang menjadi paranoid dengan keselamatan dan keamanannya jika berkunjung ke luar negeri apalagi daerah konflik, tapi beliau menghadapinya biasa saja.
Ada lagi, ketika berada di Jordan, beberapa kali waktu keberangkatan dibicarakan, diundur, dimajukan, diundur lagi. Dalam ketidakpastian itu, JK terlihat santai-santai saja, bahkan ia menggunakan kesempatan itu untuk berbicara secara santai dengan para staf KBRI. Halloo...biasanya juga kalau para pejabat yang jadwalnya molor dan harus menunggu beberapa menit saja, kebanyakan sudah marah-marah, apalagi harus menunggu berjam-jam dalam ketidakpastian jadwal. Menanggapi skenario perjalanan yang berubah-ubah terus, JK tenang saja, malah beliau berseloroh "Memang harus begitu. Kalau kita dalam perjalanan seperti ini, jadwal berubah-ubah itu tidak soal. Malah lebih bagus. Kalau ada penembak gelap kan bisa meleset,". hi..hi..hi..bapak bisa aja.
JK..JK..untuk seorang pejabat seperti dirimu, bagiku engkau luar biasa.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmat-Nya kepada pak JK dan keluarganya.
Senin, 01 November 2010
Perkembangan luar biasa Anak Sholeh II di usia 15 bulan ...
Subhanallah, Alhamdulillah,
ada yang luar biasa (bagiku) dari perkembangan Anak Sholeh II. beberapa pekan yang lalu, (tidak tau pastinya kapan), pada saat saya sedang sholat (waktu itu sholat apa ya? Maghrib atau Isya, lupa ^_^ ), Thariq, anak Sholeh II sudah mulai ikut meniru-niru gerakan Sholatku. biasanya memang saya membiarkannya mondar-mandir di dekat saya Sholat, tp waktu itu luar biasa, Thariq mulai bersedekap, habis itu dilanjut dengan sujud (meski sujudnya ga sempurna, karena kedua lututnya masih belum ditekuk). waduh, sholatku praktis tidak begitu khusyu', (halah..kek sebelum2nya selalu khusyu' saja, hi..hi..).
ada perasaan haru di dalam diri ini. Ya Rabb, apa itu yang disebut dengan fitrah manusia? ya..Engkau memang menyebutnya dalam kalam-Mu yang mulia, bahwa telah menjadi fitrah manusia untuk tunduk dan sujud kepada-Mu. Thariq telah memperlihatkannya, meski usianya belum lagi 2 tahun (baru 1 tahun 3 bulan). Terlebih Thariq masih suci, belum ada dosa di dalam jiwanya. Tentu saja belum ada pengaruh negatif dari lingkungan sekitar sehingga hal-hal positif (contohnya sholat) yang sejalan dengan fitrah manusia akan dengan mudah terekam dalam otaknya.
Maha Suci Allah dengan segala kesempurnaan penciptaan-Nya.
Rabu, 29 September 2010
Alhamdulillah...anak sholeh II sudah bisa berjalan lancar
Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya ...
ya, kemampuan berjalan itu akhirnya Allah berikan kepada anak sholeh II, Thariq, hari jum'at tanggal 17 September 2010. sejak saat itu, Thariq seperti tak pernah lelah mondar-mandir berjalan kaki, maklum saja keterampilan yang baru saja didapatkan tentu membuatnya penasaran untuk selalu dipraktekkan (lebih nikmat berjalan kaki daripada harus merangkak kan nak?)
senang rasanya lihat Thariq mondar-mandir, terlebih dengan gaya jalannya yang lucu. hi..hi..jadi ingat bernard bear (ngomong2, itu kartun kesukaannya Thariq lho! atau jgn2 gaya jalan Thariq karena memang terinspirasi dari bernard bear) yeach, whatever!
Barakallaah! selamat ya Thariq, ummi tunggu perkembangan anak sholeh II berikutnya!
ya, kemampuan berjalan itu akhirnya Allah berikan kepada anak sholeh II, Thariq, hari jum'at tanggal 17 September 2010. sejak saat itu, Thariq seperti tak pernah lelah mondar-mandir berjalan kaki, maklum saja keterampilan yang baru saja didapatkan tentu membuatnya penasaran untuk selalu dipraktekkan (lebih nikmat berjalan kaki daripada harus merangkak kan nak?)
senang rasanya lihat Thariq mondar-mandir, terlebih dengan gaya jalannya yang lucu. hi..hi..jadi ingat bernard bear (ngomong2, itu kartun kesukaannya Thariq lho! atau jgn2 gaya jalan Thariq karena memang terinspirasi dari bernard bear) yeach, whatever!
Barakallaah! selamat ya Thariq, ummi tunggu perkembangan anak sholeh II berikutnya!
Senin, 23 Agustus 2010
Kejahilan Anak Sholeh, hiks..hiks..
Astaghfirullah, sungguh hati ini memohon ampun ya Allah. kenapa sih tdk bisa bersabar menghadapi anak sendiri? padahal sabar itu tdk ada batasnya. tapi entah kenapa kalau menghadapi kejahilan Khalid terhadap adiknya, Thariq, hati ini tidak mampu menahan amarah? apatah lagi ini Ramadhan, harusnya kan lebih bisa mengendalikan diri.
Kalau mengingat-ingat lagi QS. Ali Imran ayat 133-136, hati ini sedih sekali karena belum bisa masuk dalam salah satu kategori ciri orang-orang yang bertaqwa dalam kalam Allah itu. ya! saya belum bisa menahan amarah, ironisnya, amarah terhadap anak sendiri yg belum lagi berusia 3 tahun. Khalid memang suka menjahili adiknya, tapi akhir-akhir ini jahilnya bertambah parah. hampir setiap saat Thariq menangis gara-gara dijahili kakaknya, ya dicubitlah, digigitlah, ditempeleng, ditendang, didorong. aduh.. Khalid nak, berhentimiki..
Bisa jadi Khalid jahil karena gemes saja sama adiknya, tapi kejahilannya sudah terlalu, sampai-sampai saya kasihan sama Thariq. seperti ada rasa trauma di dalam dirinya, kalau kakaknya mendekat, mesti kelihatan was-was. takut dipukul.
Tapi ada juga yang lucu di balik kejahilan Khalid, kalau misalnya habis menjahili adiknya, Khalid takut dibombe', jadi kalau diancam mau dibombe', Khalid mesti langsung minta maaf sama adiknya sambil mencium dan memeluk.
Tetap saja ada rasa penyesalan, kalau Khalid saya hukum (baca:tangannnya dipukul) sehabis menjahili adiknya. ya iyalah... anak sekecil itu mana mengerti kalau apa yang dilakukannya itu salah. tapi saya belum bisa mendidik dengan cara yang ideal. jadi kalau Khalid menjahili Thariq, spontan saja saya langsung menghukum. aduh..harusnya kan tidak begitu.
saya teringat dengan 'ulama yang sangat wara', ketika ada ternaknya yang sakit, pasti langsung bermuhasabah, takut ternaknya sakit gara-gara dosa yang diperbuat. itu baru ternak, bgm kalau anak kandung?
Entah dosa dan kesalahan apa yang telah hamba lakukan ya Allah, sampai-sampai Khalid berperilaku seperti itu. sungguh hamba mohon ampun, dan hamba memohon agar ditumbuhkan rasa cinta, kasih dan sayang antara Khalid dan Thariq. jadikan mereka saudara sejati, bukan hanya karena seiman tapi diperkuat lagi karena mereka saudara senasab. amin...
Rabu, 18 Agustus 2010
ta'aruf

gadis itu tertunduk malu. tersipu-sipu. duduk manis di samping sang murabbiyah. pertanyaan-pertanyaan silih berganti dengan jawaban mengalir dari kedua belah pihak. yah, hari itu, proses ta'aruf berjalan dengan lancar.
gadis itu biasa saja. telah bekerja pada instansi pemerintah yang cukup bonafit. bungsu dari 4 bersaudara. ayahnya telah meninggal beberapa tahun silam, ketiga orang kakaknya telah menikah, dan saat itu terpaksa tidak tinggal bersama ibunya berhubung kantor tempat dia bekerja berada di kota lain. azamnya untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan menggenapkan setengah din telah mantap selama satu tahun terakhir. dan hari itu, gayung pun bersambut. data seorang ikhwan ditawarkan kepadanya dari sang murabbiyah. satu pesan dari sang Murabbiyah "pertimbangkan dengan bijak". setelah memohon petunjuk dari Sang Penguasa Alam Semesta, gadis itu setuju untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. ta'aruf. kali ini bukan hanya melalui tulisan, tapi bisa mengetahui sang ikhwan face to face.
pemuda itu memiliki paras yang cukup menarik, kalau saja tubuhnya tinggi beberapa senti, tentu semakin bertambahlah keindahan fisiknya. ah, tapi tak mengapa, bukankah Allah tidak melihat jasmani dan wajah kita, melainkan melihat hati kita.
kegiatan da'wah yang seabrek-abrek di kampus ditambah kiriman dari kampung yang sering macet memaksanya untuk menyelesaikan kuliah lebih lama dari target yang sudah ditetapkan. Alhamdulillah, atas karunia Allah, selepas kuliah, beberapa Saudara menawarkan pekerjaan kepadanya. setelah dirasa cukup mendapatkan ma'isyah, saatnya mencari "aisyah" ^_^. setelah melalui beberapa pertimbangan dan memohon petunjuk dari Allah melalui istikharahnya, akhirnya sang pemuda mantap menjatuhkan pilihannya pada akhawat yang ditawarkan oleh sang Murabbi. jadilah keduanya melangkah ke tahap berikutnya. ta'aruf dan bertemu langsung.
rangkaian prosesnya terbilang singkat. yah, kalau bisa disegerakan kenapa harus diperlambat? keluarga dari kedua belah pihak pun telah sepakat tentang waktu pelaksanaan akad nikah. akhirnya, terpilihlah hari yang sakral bagi keduanya, Senin, 05 Maret 2007 sebagai hari penyatuan dalam ikatan yang suci antara sang gadis dan sang pemuda.
pada pagi hari pukul 10.00 wita, Allah, para malaikat, dan karib kerabat menjadi saksi atas akad antara sang pemuda dan wali sang gadis.
ketika azam telah terpatri di dalam hati ...
sunnah Rasulullah yang diikuti ...
berbekal ikhlas dan bismillahi tawakkaltu 'alallaahi..
kami langkahkan kaki ini menuju keridhoan-Nya ...
berharap keberkahan dalam pelaksanaannya ...
meraih asa sepasang pengantin surga ...
* semoga Allah menyatukan keduanya dalam jannatul firdausNya
Selasa, 10 Agustus 2010
kembali
ketika wajah ini penat memikirkan dunia,
maka berwudhulah ...
ketika tangan ini letih menggapai cita,
maka bertakbirlah ...
ketika pundak tak kuasa memikul amanah,
maka bersujudlah ...
ikhlaskan semua dan mendekatlah pada-Nya ...
agar tunduk di saat yang lain angkuh,
agar teguh di saat yang lain runtuh,
agar tegar di saat yang lain terhempas.
(taken from friend's message)
maka berwudhulah ...
ketika tangan ini letih menggapai cita,
maka bertakbirlah ...
ketika pundak tak kuasa memikul amanah,
maka bersujudlah ...
ikhlaskan semua dan mendekatlah pada-Nya ...
agar tunduk di saat yang lain angkuh,
agar teguh di saat yang lain runtuh,
agar tegar di saat yang lain terhempas.
(taken from friend's message)
Kamis, 29 Juli 2010
Turn back time, can u?

Have u ever think about this? There’s a time when u think that ur life wont be like one u already live with, if u only choose another option. u wish u could turn back time and start all over again, so that u don’t have to make a mistake, and there is no regretness in ur life. It’s a very perfect world. But NO! we cant. Its happened only in ‘Doraemon’s Life’. We don’t have a time machine. We cant turn back time. What already happened in the past, cant change. but we do have a chance to make it better in the future, at least we don’t do a mistake twice.
Allah The All Mighty, who knows all of our strengthness and our weakness, had a perfect measure before He gives something to us to get through. Allah SWT already teaches us how to face a problem and how to solve it. If we have to choose among a lot of options, it is recommended to do an Istikharah Pray.
About regretness, it is said that in the end of our life, everyone will regret their selves. Every one? How could? If a man do a bad things, it is commonly happen if finally he regrets himself, but if it is a man with a good track in his life, regrets himself, how can? Well, He regrets himself not doing a good things in better way. See what I mean? So, it is true, every one will regret their selves.
Anyway, what ever happen, if we still have our soul in our body, we could still breath the air, we still have a chance to make our life better, and clean the mess.
Thank God, Allah SWT is The Merciful.
Selasa, 20 Juli 2010
Many happy returns of the day, Thariq!
Alhamdulillah, Subhanallah, hari ini Thariq berusia 1 Tahun, berarti setahun sudah saya melewati detik-detik penuh perjuangan itu. ah..masih teringat, di waktu menjelang fajar, perjalanan dari rumah ke tempat bersalin, sampai akhirnya Thariq untuk kali pertama menghirup udara dunia.
Sama seperti Khalid,sudah banyak perkembangan yang Allah berikan kepada Thariq (seperti layaknya bayi-bayi yang lain) seiring dengan pertambahan usianya. Sejak dari usia 3 bulan, sudah bisa tegak lehernya, 4 - 5 bulan sudah bisa tengkurap. 6-7 bulan sudah bisa merangkak. 8-9 bulan belajar berdiri (sambil berpegangan pada sesuatu). 10-11 bulan sudah bisa berdiri tanpa berpegangan (steady). 12 bulan, steady dengan durasi yang lebih lama dan mulai mengayunkan kaki 1-2 langkah. memang Thariq belum bisa berjalan sebagaimana biasanya bayi-bayi lainnya yang seusia, tapi Insya Allah saya tidak terlalu khawatir, mengingat Khalid juga dulu mulai bisa berjalan di usia 13 bulan.
buat anak sholeh, Thariq! Barakallahu fiik! Many happy returns of the day. Semoga Allah SWT senantiasa menjagamu dengan kesempurnaan kalimatNya, menumbuhkanmu dengan kesempurnaan ilmuNya, dan menjadikanmu pribadi yang tangguh dengan kesempurnaan kekuatanNYA. kepadaNyalah kita berharap nak! dan kepadaNyalah kita akan kembali.
Kamis, 08 Juli 2010
refresh ur soul
Adakalanya hati merasa letih,
menjalani rutinitas kehidupan,
Adakalanya pikiran merasa jenuh,
menghadapi serangkaian persoalan,
Adakalanya jiwa gersang,
di tengah terjalnya tantangan,
Berhenti sejenak,
kontemplasi dan introspeksi,
Mengakui kerendahan diri di Hadapan-Nya Yang Maha Tinggi,
merasai kekotoran diri di Hadapan-Nya Yang Maha Suci.
(Ust. Cahyadi Takariawan)
menjalani rutinitas kehidupan,
Adakalanya pikiran merasa jenuh,
menghadapi serangkaian persoalan,
Adakalanya jiwa gersang,
di tengah terjalnya tantangan,
Berhenti sejenak,
kontemplasi dan introspeksi,
Mengakui kerendahan diri di Hadapan-Nya Yang Maha Tinggi,
merasai kekotoran diri di Hadapan-Nya Yang Maha Suci.
(Ust. Cahyadi Takariawan)
Senin, 05 Juli 2010
Resign ???
Baru saja aku membaca blog temanku. salah satu tulisannya tentang niatnya untuk resign dari kantornya mengingatkanku kembali akan niat yang sama beberapa tahun yang lalu, ketika masih new comer di instansi tempatku bekerja (fresh from the oven, eh salah, fresh graduate from d1). ya, waktu itu memang aku bercita-cita untuk tidak terus menerus bekerja di instansi tempat sekarang aku banyak menghabiskan waktu. alasannya? yg utama, i wanna spent lots of my time with my family. namun entah kenapa, beberapa tahun terakhir, aku seolah-olah terlupa dengan hal itu (mungkin terhipnotis dengan remun yang atas izin Allah sudah kurasakan besar manfaatnya). tulisan teman di blognya seolah-olah menyadarkanku kembali akan niatku semula.
Kalau ditanya soal keinginan Insya Allah masih ada, tapi masih ada yang menjadi kendala, pertama, sebenarnya it's so boring harus menghabiskan banyak waktu di kantor (bayangkan! dari pagi sampai sore) . kedua, aku belum punya planning, kira-kira profesi apa yang harus kujalani jika memang benar-benar harus resign. ketiga, saat ini kami punya kredit di bank, penghasilan Abi yang-menurutku-masih minim (mudah-mudahan berkah) belum bisa diandalkan sepenuhnya (ga qana'ah nih ^_^ ). Jadilah kami masih membutuhkan pekerjaanku ini untuk menopang keberlangsungan hidup keluarga kami (tepatnya kelancaran pembayaran utang di bank ^_^ ). keempat, setidak-tidaknya lewat profesi ini aku bisa memberikan manfaat bagi segelintir teman-teman yang butuh informasi yang berhubungan dengan bidang yang aku geluti (meski hanya berbekal ilmu seujung kuku), n of course bisa bantu-bantu (ala kadarnya) Saudara dalam hal finansial (meski ga dermawan amat, he..he..he..)
Kesimpulannya, keinginan sih tetap ada, tapi ya..itu, setelah aku bisa mengandalkan pintu-pintu rizki yang lain, meski ada juga kekhawatiran, bgm kalau pintu rizki yg lain sdh terbuka? apa iya, aku masih bisa melepaskan profesi ini? nah lho! kalau soal ini, jawabannya ada di materi FIQH PRIORITAS. harus meminta fatwa dari banyak pihak, bukan hanya bersandar pada keinginan pribadiku semata, karena kusadar hidupku bukan milikku seorang.
Ya Rabbi, tunjukkan pada hamba jalan yang mesti hamba lalui, profesi apapun yang kelak Engkau berikan pada hamba, mudah-mudahan itu menjadi wasilah bagi hamba untuk memperoleh firdaus-Mu. Amin
Kalau ditanya soal keinginan Insya Allah masih ada, tapi masih ada yang menjadi kendala, pertama, sebenarnya it's so boring harus menghabiskan banyak waktu di kantor (bayangkan! dari pagi sampai sore) . kedua, aku belum punya planning, kira-kira profesi apa yang harus kujalani jika memang benar-benar harus resign. ketiga, saat ini kami punya kredit di bank, penghasilan Abi yang-menurutku-masih minim (mudah-mudahan berkah) belum bisa diandalkan sepenuhnya (ga qana'ah nih ^_^ ). Jadilah kami masih membutuhkan pekerjaanku ini untuk menopang keberlangsungan hidup keluarga kami (tepatnya kelancaran pembayaran utang di bank ^_^ ). keempat, setidak-tidaknya lewat profesi ini aku bisa memberikan manfaat bagi segelintir teman-teman yang butuh informasi yang berhubungan dengan bidang yang aku geluti (meski hanya berbekal ilmu seujung kuku), n of course bisa bantu-bantu (ala kadarnya) Saudara dalam hal finansial (meski ga dermawan amat, he..he..he..)
Kesimpulannya, keinginan sih tetap ada, tapi ya..itu, setelah aku bisa mengandalkan pintu-pintu rizki yang lain, meski ada juga kekhawatiran, bgm kalau pintu rizki yg lain sdh terbuka? apa iya, aku masih bisa melepaskan profesi ini? nah lho! kalau soal ini, jawabannya ada di materi FIQH PRIORITAS. harus meminta fatwa dari banyak pihak, bukan hanya bersandar pada keinginan pribadiku semata, karena kusadar hidupku bukan milikku seorang.
Ya Rabbi, tunjukkan pada hamba jalan yang mesti hamba lalui, profesi apapun yang kelak Engkau berikan pada hamba, mudah-mudahan itu menjadi wasilah bagi hamba untuk memperoleh firdaus-Mu. Amin
Minggu, 04 Juli 2010
Belajar dari 3 Shahabiyah Mulia
Saudariku! apakah engkau mengenal sosok yang satu ini? atau minimal engkau pernah mendengar namanya, seorang shahabiyah yang mulia dan memiliki banyak keutamaan. Ya, Beliau adalah Lubabah binti Al-Haris atau lebih dikenal dengan Ummu Fadhl RA. Beliau adalah istri paman Rasulullah SAW, Abbas bin Abd. Muththalib. Ibunda dari sahabat yang terkenal dengan kepandaiannya meskipun usianya masih sangat muda, Abdullah bin Abbas. Beliau juga merupakan ibu susu sekaligus pengasuh dari cucu Rasulullah SAW, Hasan bin Ali bin Abu Thalib. Beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah Al-Qubra.
bagaimana dengan Al Khansa binti Amru RA? apakah engkau juga mengenalnya? seorang shahabiyah yang terkenal sebagai ahli sastra. sangat pandai bersyair. Dan yang lebih fenomenal, dikenal dengan julukan Ibu Para Syuhada. sebabnya apa? keempat putranya Syahid pada perang Qadisiyah (perang antara kaum Muslimin melawan tentara Persia). inilah pesan yang beliau sampaikan kepada putra-putranya ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapakmu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu. Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah! Majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat, negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati. Maka berperanglah untuk itu dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya akan dianugrahi hidup.’
tahukan engkau kisah tentang Nusaibah binti Ka’ab RA? ataukah engkau lebih mengenalnya dengan nama Ummu 'Imarah RA? Betul Saudariku, beliaulah yang berjuang melindungi Rasulullah SAW dari serangan Kaum Musyrikin pada perang Uhud. tentang hal ini, Sahabat Umar Bin Khattab RA menceritakan, beliau mendengar Rasulullah berkata bahwa bila beliau melihat ke kiri maupun ke kanan, beliau melihat Ummu ‘Imarah sedang bertarung di hadapan beliau.
Subhanallah, Saudariku, tidakkah kisah mereka menginspirasi kehidupanmu? tidakkah mereka menjadi motivasi bagimu bagaimana membesarkan dan mendidik anak sekaliber Abdullah bin Abbas sebagaimana yang dilakukan Ummu Fadhl RA? tidakkah engkau ingin menjadi wanita sepuitis Khansa RA dan seikhlas dirinya melepas putra-putranya demi menegakkan kalimat Allah? atau tidakkah engkau ingin menjadi wanita setangguh Nusaibah RA yang berjuang mengorbankan dirinya demi tegaknya Islam yang mulia? sungguh Saudariku, dalam jiwa-jiwa mereka terdapat teladan bagi wanita Muslimah ditengah-tengah ujian dan cobaan yang menerpa umat Islam saat ini.
Saudariku, sekarang saatnya kita memilih. kepada siapa kita akan mengambil teladan? apakah kepada artis-artis dengan gaya hidupnya yang hedonisme? ataukah kepada mereka yang telah syahid menjumpai Rabb-Nya dengan berbagai kemuliaan yang menyertai?
is tafti qalbika (mintalah fatwa kepada hatimu)
bagaimana dengan Al Khansa binti Amru RA? apakah engkau juga mengenalnya? seorang shahabiyah yang terkenal sebagai ahli sastra. sangat pandai bersyair. Dan yang lebih fenomenal, dikenal dengan julukan Ibu Para Syuhada. sebabnya apa? keempat putranya Syahid pada perang Qadisiyah (perang antara kaum Muslimin melawan tentara Persia). inilah pesan yang beliau sampaikan kepada putra-putranya ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapakmu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu. Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah! Majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat, negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati. Maka berperanglah untuk itu dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya akan dianugrahi hidup.’
tahukan engkau kisah tentang Nusaibah binti Ka’ab RA? ataukah engkau lebih mengenalnya dengan nama Ummu 'Imarah RA? Betul Saudariku, beliaulah yang berjuang melindungi Rasulullah SAW dari serangan Kaum Musyrikin pada perang Uhud. tentang hal ini, Sahabat Umar Bin Khattab RA menceritakan, beliau mendengar Rasulullah berkata bahwa bila beliau melihat ke kiri maupun ke kanan, beliau melihat Ummu ‘Imarah sedang bertarung di hadapan beliau.
Subhanallah, Saudariku, tidakkah kisah mereka menginspirasi kehidupanmu? tidakkah mereka menjadi motivasi bagimu bagaimana membesarkan dan mendidik anak sekaliber Abdullah bin Abbas sebagaimana yang dilakukan Ummu Fadhl RA? tidakkah engkau ingin menjadi wanita sepuitis Khansa RA dan seikhlas dirinya melepas putra-putranya demi menegakkan kalimat Allah? atau tidakkah engkau ingin menjadi wanita setangguh Nusaibah RA yang berjuang mengorbankan dirinya demi tegaknya Islam yang mulia? sungguh Saudariku, dalam jiwa-jiwa mereka terdapat teladan bagi wanita Muslimah ditengah-tengah ujian dan cobaan yang menerpa umat Islam saat ini.
Saudariku, sekarang saatnya kita memilih. kepada siapa kita akan mengambil teladan? apakah kepada artis-artis dengan gaya hidupnya yang hedonisme? ataukah kepada mereka yang telah syahid menjumpai Rabb-Nya dengan berbagai kemuliaan yang menyertai?
is tafti qalbika (mintalah fatwa kepada hatimu)
Selasa, 29 Juni 2010
Generasi Indonesia, seperti inikah?
Innalillaahi wainna 'ilaihi raji'uun ...
itu kalimat pertama yg keluar dari mulut ini mengetahui kenyataan bagaimana kondisi sebagian generasi muda Indonesia. bermula dari terkuaknya fakta dengan beredarnya video mesum yang diperankan figur mirip artis (terakhir diketahui artis pria telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam dalam jeruji besi).
sebenarnya aturan tentang para pelaku pornografi dan pornoaksi sudah ada, tapi ya begitu, namanya juga buatan manusia, pasti tidak sempurna, tetap saja ada celah yang bisa digunakan oleh para pembela sang pelaku pornografi dan pornoaksi untuk membebaskannya dari jerat hukum. sekarang para pakar mulai mengemukakan pendapatnya masing-masing, mulai dari yang tidak keberatan jika adegan mesum didokumentasikan dengan dalih untuk konsumsi pribadi sampai kepada mereka yang betul-betul mengecam tindakan 'aneh' seperti itu dan bersikeras agar pelakunya dihukum. kalau boleh saya mengatakan, orang-orang yang 'setuju' bagaikan wali-wali setan, sedang yang tidak setuju, Insya Allah mereka adalah wali-wali Allah.
dikemukakan juga oleh para ahli bahwa sebenarnya perilaku seks bebas sudah lama dipraktekkan muda-mudi Indonesia, cuma sekarang lebih mendapatkan perhatian sehubungan dengan video yang beredar. Allahu Rabbi, miris sekali hati ini mendengar berita yang disampaikan dari salah satu stasiun televisi swasta tentang survey kepada siswi-siswi SMP dan SMU yang hasilnya mengatakan bahwa sekitar 62,7% siswi SMP/SMUsudah tidak perawan lagi. Na'udzubillahi min dzalik. mau dibawa kemana negeri ini? jika generasi muda berperilaku biadab seperti itu? tidakkah kita ingat ancaman Allah atas kaum yang berperilaku zhalim? tidakkah kita takut dengan azab Allah? belumkah cukup Allah menghinakan Indonesia dengan berbagai macam malapetaka yang menimpa negeri ini? tidak cukupkah itu semua menjadi pelajaran bagi kita? sampai kapan bangsa Indonesia akan sadar dan membenahi diri? sungguh diri ini merindukan saat dimana seks bebas dan narkoba tidak lagi menjadi pujaan muda-mudi Indonesia.
Allahu ya..Ghafuur, ampuni kami atas kezhaliman kami. Maafkan kami yang tak mampu menjaga putri kami, saudari kami, keponakan kami, sehingga mereka terjatuh dalam lembah kenistaan. berikan kami kemampuan untuk mengembalikan mereka ke jalanMu yang lurus, yang Engkau ridhoi. sehingga mereka dapat menjadi generasi yang dibanggakan. yang mampu menegakkan syariatMu, yang mampu mengemban amanah sebagai Khalifatullah fil Ardh. Menjadikan Islam sebagai 'ustadziatul 'alam. Amin...
itu kalimat pertama yg keluar dari mulut ini mengetahui kenyataan bagaimana kondisi sebagian generasi muda Indonesia. bermula dari terkuaknya fakta dengan beredarnya video mesum yang diperankan figur mirip artis (terakhir diketahui artis pria telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah mendekam dalam jeruji besi).
sebenarnya aturan tentang para pelaku pornografi dan pornoaksi sudah ada, tapi ya begitu, namanya juga buatan manusia, pasti tidak sempurna, tetap saja ada celah yang bisa digunakan oleh para pembela sang pelaku pornografi dan pornoaksi untuk membebaskannya dari jerat hukum. sekarang para pakar mulai mengemukakan pendapatnya masing-masing, mulai dari yang tidak keberatan jika adegan mesum didokumentasikan dengan dalih untuk konsumsi pribadi sampai kepada mereka yang betul-betul mengecam tindakan 'aneh' seperti itu dan bersikeras agar pelakunya dihukum. kalau boleh saya mengatakan, orang-orang yang 'setuju' bagaikan wali-wali setan, sedang yang tidak setuju, Insya Allah mereka adalah wali-wali Allah.
dikemukakan juga oleh para ahli bahwa sebenarnya perilaku seks bebas sudah lama dipraktekkan muda-mudi Indonesia, cuma sekarang lebih mendapatkan perhatian sehubungan dengan video yang beredar. Allahu Rabbi, miris sekali hati ini mendengar berita yang disampaikan dari salah satu stasiun televisi swasta tentang survey kepada siswi-siswi SMP dan SMU yang hasilnya mengatakan bahwa sekitar 62,7% siswi SMP/SMUsudah tidak perawan lagi. Na'udzubillahi min dzalik. mau dibawa kemana negeri ini? jika generasi muda berperilaku biadab seperti itu? tidakkah kita ingat ancaman Allah atas kaum yang berperilaku zhalim? tidakkah kita takut dengan azab Allah? belumkah cukup Allah menghinakan Indonesia dengan berbagai macam malapetaka yang menimpa negeri ini? tidak cukupkah itu semua menjadi pelajaran bagi kita? sampai kapan bangsa Indonesia akan sadar dan membenahi diri? sungguh diri ini merindukan saat dimana seks bebas dan narkoba tidak lagi menjadi pujaan muda-mudi Indonesia.
Allahu ya..Ghafuur, ampuni kami atas kezhaliman kami. Maafkan kami yang tak mampu menjaga putri kami, saudari kami, keponakan kami, sehingga mereka terjatuh dalam lembah kenistaan. berikan kami kemampuan untuk mengembalikan mereka ke jalanMu yang lurus, yang Engkau ridhoi. sehingga mereka dapat menjadi generasi yang dibanggakan. yang mampu menegakkan syariatMu, yang mampu mengemban amanah sebagai Khalifatullah fil Ardh. Menjadikan Islam sebagai 'ustadziatul 'alam. Amin...
Senin, 28 Juni 2010
Such a long time ..
Maasyaa Allah..
tak terasa, time flies so fast, for about half of year, since my last posted, i visit my blog again.
many things happen (for sure). happiness and sadness came over, in turns.
but afterall, i'm gratefull to ALLAH SWT.
tak terasa, time flies so fast, for about half of year, since my last posted, i visit my blog again.
many things happen (for sure). happiness and sadness came over, in turns.
but afterall, i'm gratefull to ALLAH SWT.
Langganan:
Postingan (Atom)