Kamis, 29 Juli 2010

Turn back time, can u?


Have u ever think about this? There’s a time when u think that ur life wont be like one u already live with, if u only choose another option. u wish u could turn back time and start all over again, so that u don’t have to make a mistake, and there is no regretness in ur life. It’s a very perfect world. But NO! we cant. Its happened only in ‘Doraemon’s Life’. We don’t have a time machine. We cant turn back time. What already happened in the past, cant change. but we do have a chance to make it better in the future, at least we don’t do a mistake twice.
Allah The All Mighty, who knows all of our strengthness and our weakness, had a perfect measure before He gives something to us to get through. Allah SWT already teaches us how to face a problem and how to solve it. If we have to choose among a lot of options, it is recommended to do an Istikharah Pray.
About regretness, it is said that in the end of our life, everyone will regret their selves. Every one? How could? If a man do a bad things, it is commonly happen if finally he regrets himself, but if it is a man with a good track in his life, regrets himself, how can? Well, He regrets himself not doing a good things in better way. See what I mean? So, it is true, every one will regret their selves.
Anyway, what ever happen, if we still have our soul in our body, we could still breath the air, we still have a chance to make our life better, and clean the mess.
Thank God, Allah SWT is The Merciful.

Selasa, 20 Juli 2010

Many happy returns of the day, Thariq!


Alhamdulillah, Subhanallah, hari ini Thariq berusia 1 Tahun, berarti setahun sudah saya melewati detik-detik penuh perjuangan itu. ah..masih teringat, di waktu menjelang fajar, perjalanan dari rumah ke tempat bersalin, sampai akhirnya Thariq untuk kali pertama menghirup udara dunia.
Sama seperti Khalid,sudah banyak perkembangan yang Allah berikan kepada Thariq (seperti layaknya bayi-bayi yang lain) seiring dengan pertambahan usianya. Sejak dari usia 3 bulan, sudah bisa tegak lehernya, 4 - 5 bulan sudah bisa tengkurap. 6-7 bulan sudah bisa merangkak. 8-9 bulan belajar berdiri (sambil berpegangan pada sesuatu). 10-11 bulan sudah bisa berdiri tanpa berpegangan (steady). 12 bulan, steady dengan durasi yang lebih lama dan mulai mengayunkan kaki 1-2 langkah. memang Thariq belum bisa berjalan sebagaimana biasanya bayi-bayi lainnya yang seusia, tapi Insya Allah saya tidak terlalu khawatir, mengingat Khalid juga dulu mulai bisa berjalan di usia 13 bulan.
buat anak sholeh, Thariq! Barakallahu fiik! Many happy returns of the day. Semoga Allah SWT senantiasa menjagamu dengan kesempurnaan kalimatNya, menumbuhkanmu dengan kesempurnaan ilmuNya, dan menjadikanmu pribadi yang tangguh dengan kesempurnaan kekuatanNYA. kepadaNyalah kita berharap nak! dan kepadaNyalah kita akan kembali.

Kamis, 08 Juli 2010

refresh ur soul

Adakalanya hati merasa letih,
menjalani rutinitas kehidupan,

Adakalanya pikiran merasa jenuh,
menghadapi serangkaian persoalan,

Adakalanya jiwa gersang,
di tengah terjalnya tantangan,

Berhenti sejenak,
kontemplasi dan introspeksi,

Mengakui kerendahan diri di Hadapan-Nya Yang Maha Tinggi,
merasai kekotoran diri di Hadapan-Nya Yang Maha Suci.

(Ust. Cahyadi Takariawan)

Senin, 05 Juli 2010

Resign ???

Baru saja aku membaca blog temanku. salah satu tulisannya tentang niatnya untuk resign dari kantornya mengingatkanku kembali akan niat yang sama beberapa tahun yang lalu, ketika masih new comer di instansi tempatku bekerja (fresh from the oven, eh salah, fresh graduate from d1). ya, waktu itu memang aku bercita-cita untuk tidak terus menerus bekerja di instansi tempat sekarang aku banyak menghabiskan waktu. alasannya? yg utama, i wanna spent lots of my time with my family. namun entah kenapa, beberapa tahun terakhir, aku seolah-olah terlupa dengan hal itu (mungkin terhipnotis dengan remun yang atas izin Allah sudah kurasakan besar manfaatnya). tulisan teman di blognya seolah-olah menyadarkanku kembali akan niatku semula.
Kalau ditanya soal keinginan Insya Allah masih ada, tapi masih ada yang menjadi kendala, pertama, sebenarnya it's so boring harus menghabiskan banyak waktu di kantor (bayangkan! dari pagi sampai sore) . kedua, aku belum punya planning, kira-kira profesi apa yang harus kujalani jika memang benar-benar harus resign. ketiga, saat ini kami punya kredit di bank, penghasilan Abi yang-menurutku-masih minim (mudah-mudahan berkah) belum bisa diandalkan sepenuhnya (ga qana'ah nih ^_^ ). Jadilah kami masih membutuhkan pekerjaanku ini untuk menopang keberlangsungan hidup keluarga kami (tepatnya kelancaran pembayaran utang di bank ^_^ ). keempat, setidak-tidaknya lewat profesi ini aku bisa memberikan manfaat bagi segelintir teman-teman yang butuh informasi yang berhubungan dengan bidang yang aku geluti (meski hanya berbekal ilmu seujung kuku), n of course bisa bantu-bantu (ala kadarnya) Saudara dalam hal finansial (meski ga dermawan amat, he..he..he..)
Kesimpulannya, keinginan sih tetap ada, tapi ya..itu, setelah aku bisa mengandalkan pintu-pintu rizki yang lain, meski ada juga kekhawatiran, bgm kalau pintu rizki yg lain sdh terbuka? apa iya, aku masih bisa melepaskan profesi ini? nah lho! kalau soal ini, jawabannya ada di materi FIQH PRIORITAS. harus meminta fatwa dari banyak pihak, bukan hanya bersandar pada keinginan pribadiku semata, karena kusadar hidupku bukan milikku seorang.
Ya Rabbi, tunjukkan pada hamba jalan yang mesti hamba lalui, profesi apapun yang kelak Engkau berikan pada hamba, mudah-mudahan itu menjadi wasilah bagi hamba untuk memperoleh firdaus-Mu. Amin

Minggu, 04 Juli 2010

Belajar dari 3 Shahabiyah Mulia

Saudariku! apakah engkau mengenal sosok yang satu ini? atau minimal engkau pernah mendengar namanya, seorang shahabiyah yang mulia dan memiliki banyak keutamaan. Ya, Beliau adalah Lubabah binti Al-Haris atau lebih dikenal dengan Ummu Fadhl RA. Beliau adalah istri paman Rasulullah SAW, Abbas bin Abd. Muththalib. Ibunda dari sahabat yang terkenal dengan kepandaiannya meskipun usianya masih sangat muda, Abdullah bin Abbas. Beliau juga merupakan ibu susu sekaligus pengasuh dari cucu Rasulullah SAW, Hasan bin Ali bin Abu Thalib. Beliau adalah wanita pertama yang masuk Islam setelah Khadijah Al-Qubra.
bagaimana dengan Al Khansa binti Amru RA? apakah engkau juga mengenalnya? seorang shahabiyah yang terkenal sebagai ahli sastra. sangat pandai bersyair. Dan yang lebih fenomenal, dikenal dengan julukan Ibu Para Syuhada. sebabnya apa? keempat putranya Syahid pada perang Qadisiyah (perang antara kaum Muslimin melawan tentara Persia). inilah pesan yang beliau sampaikan kepada putra-putranya ‘Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian memeluk agama ini tanpa paksaan. Kalian telah berhijrah dengan kehendak sendiri. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya kalian ini putra-putra dari seorang lelaki dan dari seorang perempuan yang sama. Tidak pantas bagiku untuk mengkhianati bapakmu, atau membuat malu pamanmu, atau mencoreng arang di kening keluargamu. Jika kalian telah melihat perang, singsingkanlah lengan baju dan berangkatlah! Majulah paling depan niscaya kalian akan mendapatkan pahala di akhirat, negeri keabadian. Wahai anakku, sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah. lnilah kebenaran sejati. Maka berperanglah untuk itu dan demi itu pula bertempurlah sampai mati. Wahai anakku, carilah maut niscaya akan dianugrahi hidup.’
tahukan engkau kisah tentang Nusaibah binti Ka’ab RA? ataukah engkau lebih mengenalnya dengan nama Ummu 'Imarah RA? Betul Saudariku, beliaulah yang berjuang melindungi Rasulullah SAW dari serangan Kaum Musyrikin pada perang Uhud. tentang hal ini, Sahabat Umar Bin Khattab RA menceritakan, beliau mendengar Rasulullah berkata bahwa bila beliau melihat ke kiri maupun ke kanan, beliau melihat Ummu ‘Imarah sedang bertarung di hadapan beliau.
Subhanallah, Saudariku, tidakkah kisah mereka menginspirasi kehidupanmu? tidakkah mereka menjadi motivasi bagimu bagaimana membesarkan dan mendidik anak sekaliber Abdullah bin Abbas sebagaimana yang dilakukan Ummu Fadhl RA? tidakkah engkau ingin menjadi wanita sepuitis Khansa RA dan seikhlas dirinya melepas putra-putranya demi menegakkan kalimat Allah? atau tidakkah engkau ingin menjadi wanita setangguh Nusaibah RA yang berjuang mengorbankan dirinya demi tegaknya Islam yang mulia? sungguh Saudariku, dalam jiwa-jiwa mereka terdapat teladan bagi wanita Muslimah ditengah-tengah ujian dan cobaan yang menerpa umat Islam saat ini.
Saudariku, sekarang saatnya kita memilih. kepada siapa kita akan mengambil teladan? apakah kepada artis-artis dengan gaya hidupnya yang hedonisme? ataukah kepada mereka yang telah syahid menjumpai Rabb-Nya dengan berbagai kemuliaan yang menyertai?
is tafti qalbika (mintalah fatwa kepada hatimu)