Kalau saja sosok yang satu ini biasa-biasa saja, mungkin tdk penting untuk menuliskan kesanku tentang beliau di blog ini, namun bagiku, beliau termasuk ordinary people with extraordinary life. Kami mengenal beliau pada saat magang di Kantor Pajak, tahun 2003, saat itu beliau menjadi pembimbing untuk laporan akhir kami di Prodip STAN. Ismail Najib namanya. Beliau bukan hanya menarik secara fisik, namun lebih dari itu, tsaqafah keislaman beliau menjadikan beliau memiliki nilai lebih sebagai pegawai pajak di mata kami. kesan yang sangat mendalam adalah beliau selalu sholat berjamaah di masjid. kami ingat, beliau bukan hanya membimbing kami dalam hal laporan saja namun juga memberi saran untuk memperluas tsaqafah dengan membaca buku-buku Islam, salah satu buku rujukan beliau adalah Bulughul Maram.
Rezeki, jodoh, takdir dan ajal adalah ketentuan yang kuasa. saya terkejut mendengar berita kematian beliau, terlebih saya baru mengetahuinya sekitar bulan September padahal kejadiannya tujuh bulan yang lalu, yakni Pebruari 2011. beliau syahid saat menjalankan tugas. tulisan istri beliau http://sepedakwitang.wordpress.com/2011/12/08/kekasihku-pergi-saat-berjihad-kisah-pegawai-pajak/ membuatku terenyuh, dari tulisan itu terkesan beliau adalah orang yang baik, suami yang baik, ayah yang baik dan memang tak ada keraguan kalau beliau adalah salah seorang PNS yang patut menjadi teladan khususnya bagi orang-orang di lingkungan DJP. Allahumma Ya Rabb, sejatinya tenaga beliau masih dibutuhkan untuk memberikan pencerahan di lingkungan DJP, mampu memberikan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, namun apa dikata Engkau berkehendak lain, Engkau mempunyai rencana yang lebih baik, insya Allah.
Dari tulisan itu juga, saya tidak meragukan bahwa yang tampak secara zhahir insya Allah beliau meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah. di malam hari kematian beliau, beliau tidak lupa sholat Tahajjud, di hari kematian beliau, beliau sedang berpuasa dan kemungkinan sedang melaksanakan sholat shubuh di atas kendaraan. Subhanallah. kami bersaksi, bahwa beliau adalah orang yang baik. semoga Allah menerima segala amal kebaikan beliau, menempatkan beliau di surga Firdaus-Nya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketabahan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih baik.
Selasa, 13 Desember 2011
Senin, 19 September 2011
Swimming : "1st lesson"

Tubuhnya memang mungil untuk anak seusianya, gizinya yang kurangkah? (tapi Khalid makannya lumayan lahap koq) atau karena faktor gen? (emang sudah dari sononya kali’, ummi abi kan kecil), tp teman-teman kami biasa menghibur dengan ucapan “tidak papaji, yang penting sehat”.
Sebenarnya miris juga klu lihat tubuhnya yang sekarang sdh hampir sama besar dengan adiknya, Thariq yang terpaut 19 bulan. Bahkan beratnya sdh sama, hanya saja Khalid lebih tingggi beberapa centi.
Kalau minum susu, memang kuakui Khalid tidak doyan, itu jg mungkin yg jd faktor pemicu sehingga tubuhnya tdk sebesar anak2 seusianya yang rajin minum susu. Kalau sufor memang sdh tidak masuk dalam kategori Khalid, baru minum seteguk sudah mau muntah, makanya beralih ke susu UHT (yang ternyata ‘katanya’ memang lebih bagus dari sufor), tapi itu tidak bertahan lama. Khalid mengkonsumsi susu UHT hanya sampai usia -+1,5 tahun. Sejak saat itu sampai sekarang, Khalid jarang minum susu (kadang-kadang saja, itupun hanya ‘ala kadarnya’ setelah dipaksa).
Mengenai Thariq, sekarang seharusnya memang sudah saatnya disapih mengingat usianya sudah 2 thn, hanya saja Thariq belum mau juga minum susu UHT secara rutin, kalau sekali2 sih mau. Ya Rabb, padahal kami tidak ingin apa yg terjadi pada Khalid (tidak doyan minum susu) terulang pada adiknya.
Saat ini yg kami lakukan agar tubuh Khalid dan Thariq kelak bs ideal (minimal tdk berada di bawah standar) adalah memberinya asupan vitamin yang mengandung kalsium plus mengajarinya berenang.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW memang memerintahkan ummatnya untuk mengajarkan tiga keterampilan (olahraga) kepada anak keturunannya, yakni menunggangi kuda, berenang dan memanah. Mudah2an apa yang kami lakukan ini sebagai salah satu bentuk ikhtiar kami untuk mengikuti Sunnah Nabi.
Senang sekali melihat Khalid dan Thariq bersemangat. Awalnya memang mereka agak sedikit takut, tp setelah lama berendam di air, akhirnya mereka menikmati. Mudah2an ini awal yang baik untuk pelajaran renang berikutnya.
Sebenarnya bukan hanya mereka saja yang harusnya belajar berenang, karena usut punya usut, ternyata ummi juga belum bisa berenang :D
(Alhamdulillah abi bisa berenang, kalau tak, siapa yang akan mengajar Khalid dan Thariq berenang?)
Untuk kedua anak shalih, Belajar sampai mahir ya nak! SEMANGAT!!!
Selasa, 13 September 2011
sariawan ya?! koq diem aja?!
judul di atas bukan merunut ke salah satu iklan vitamin c lho ya! ini tentang Khalid, anak shalih 1.
untuk kali pertama anak shalih 1 terkena sariawan, jadinya Khalid 'puasa' bicara selama 3 hari terakhir ini. tp heran, klu ngomel sambil marah2, tetep sj dilakoni (sariawan tdk menghentikanx dr meluapkan emosi)
tp kasian jg klu Khalid sdh mengadu kesakitan ke ummi atau abi.
"ummi...sakit" atau "abi.. sakit gigiku" (padahal yg dimaksud adalah lidahnya) klu dia sdh mengeluh begitu, sy bilang sj, "sakit sariawanx itu krn Khalid suka menjulurkan lidah ke orang lain, ummi kah, abi kah, atau org lain. makanya jgn lagi bgtu ya nak ya!" (eh, salah ga sih klu ngomong kek gini? maksudnya sih supaya Khalid tdk suka menjulurkan lidah lg :D )
klu ketemu orang, komentar mereka "ih tumben Khalid tdk banyak bicaranya, tidak banyak geraknya" (biasanya Khalid suka lari2 mondar mandir atau memanjat)
"iya, lagi sariawan, tidak semangatki" jawabku
syafakallah ya nak! smg Khalid sdh tobat dr menjulurkan lidah :D
untuk kali pertama anak shalih 1 terkena sariawan, jadinya Khalid 'puasa' bicara selama 3 hari terakhir ini. tp heran, klu ngomel sambil marah2, tetep sj dilakoni (sariawan tdk menghentikanx dr meluapkan emosi)
tp kasian jg klu Khalid sdh mengadu kesakitan ke ummi atau abi.
"ummi...sakit" atau "abi.. sakit gigiku" (padahal yg dimaksud adalah lidahnya) klu dia sdh mengeluh begitu, sy bilang sj, "sakit sariawanx itu krn Khalid suka menjulurkan lidah ke orang lain, ummi kah, abi kah, atau org lain. makanya jgn lagi bgtu ya nak ya!" (eh, salah ga sih klu ngomong kek gini? maksudnya sih supaya Khalid tdk suka menjulurkan lidah lg :D )
klu ketemu orang, komentar mereka "ih tumben Khalid tdk banyak bicaranya, tidak banyak geraknya" (biasanya Khalid suka lari2 mondar mandir atau memanjat)
"iya, lagi sariawan, tidak semangatki" jawabku
syafakallah ya nak! smg Khalid sdh tobat dr menjulurkan lidah :D
Senin, 25 Juli 2011
Alhamdulillah, Thariq sdh 2 tahun..
Alhamdulillah, tanggal 21 Juli kemarin, anak sholeh 2, Thariq sdh berusia 2 tahun. Alhamdulilah, banyak sekali perkembangan positif yang terjadi selama pertumbuhannya. tentu saja, hal itu terjadi atas izin Allah SWT.
anak sholeh 2, memang berbeda dengan anak sholeh 1. Khalid hampir setiap hari bikin mumet, suka nangis klu permintaannya tdk dikabulkan sambil marah2, membanting atau melempar apa saja. tidak jarang yang jd sasaran ummi abinya. anak sholeh 2 hadir menjadi penyeimbang. anak sholeh 2 apa adanya, nangis cuma sekali-kali, sabar, apalagi klu dijahili kakaknya, cuma bisa nangis sambil mengadu ke ummi abi. anak sholeh 2 serasa telaga di padang sahara :D
eits, ini bukan untuk mendiskreditkan anak sholeh 1. kami sadar bahwa tidak semua anak punya karakter yang sama. dan kami juga sadar bahwa anak adalah ujian bagi kami. anak sholeh 1, Khalid, menjadi ujian bagi kesabaran kami, dan anak sholeh 2, Thariq, menjadi ujian bagi kesyukuran kami.
Allahumma Ya Rabb, jadikan anak keturunan kami anak2 yang sholeh dan shalihah, berikan kami kemampuan dan kekuatan untuk membina dan mendidik mereka dengan karakter mereka yang beraneka ragam.
anak sholeh 2, memang berbeda dengan anak sholeh 1. Khalid hampir setiap hari bikin mumet, suka nangis klu permintaannya tdk dikabulkan sambil marah2, membanting atau melempar apa saja. tidak jarang yang jd sasaran ummi abinya. anak sholeh 2 hadir menjadi penyeimbang. anak sholeh 2 apa adanya, nangis cuma sekali-kali, sabar, apalagi klu dijahili kakaknya, cuma bisa nangis sambil mengadu ke ummi abi. anak sholeh 2 serasa telaga di padang sahara :D
eits, ini bukan untuk mendiskreditkan anak sholeh 1. kami sadar bahwa tidak semua anak punya karakter yang sama. dan kami juga sadar bahwa anak adalah ujian bagi kami. anak sholeh 1, Khalid, menjadi ujian bagi kesabaran kami, dan anak sholeh 2, Thariq, menjadi ujian bagi kesyukuran kami.
Allahumma Ya Rabb, jadikan anak keturunan kami anak2 yang sholeh dan shalihah, berikan kami kemampuan dan kekuatan untuk membina dan mendidik mereka dengan karakter mereka yang beraneka ragam.
Jumat, 01 Juli 2011
Benar sibuk atau pura-pura sibuk?
entah sudah berapa bulan sy tdk silaturrahim ke blog ini, dan sangat naif kurasa klu harus meng-kambing hitam-kan alasan sibuk, buktinya (sebenarnya) sy ga sibuk2 amat koq.
ada banyak hal yang mesti kubenahi, terutama dalam hal manajemen waktu. sdh banyak waktu yang berlalu, dan sy menyadari sepenuhnya klu 24 jam waktu yang Allah berikan kepadaku setiap hari harus termanfaatkan seoptimal mungkin, tp koq ya, sy masih keteteran dengan aktivitas keseharian. sy kembali tersentil tentang kurangnya manajemen waktu ketika evaluasi yaumian. MasyaAllah, ada begitu banyak waktu efektif yang terbuang untuk hal-hal yang (ternyata) tidak begitu urgen. klu ditanya soal sibuk, sy ya paling cuma kerja kantoran saja, sepulang kantor ngurusi anak dan suami, kesibukan yg lain ya ngajar adek2 ngaji, selebihnya, aktivitas da'wah yg baru seujung kuku dibanding dengan ustadz-ustadzah yang telah mewakafkan kehidupannya di jalan da'wah. ih..malunya diri ini, melihat grafik yaumian yang baru sekitar 60% mencapai target.
Subhanallah, sy teringat dengan seorang ustadzah yang telah syahid (insyaAllah). beliau seorang ummahat yg dipenuhi dengan kesibukan yang luar biasa, dengan 13 orang anak, menjalani aktivitas sebagai pelayan masyarakat (pekerjaan ini menuntut kesiapan bekerja selama 24 jam tentunya), membina puluhan kelompok pengajian dan majelis ta'lim, dan seabrek-abrek aktivitas lainnya, kesehariannya tidak pernah dilewati melainkan dengan sholat malam dan tilawah AlQur'an yang tidak kurang dari 3 juz. sangat naif jika saya yang baru punya 2 anak, kesibukan kerja tidak menuntut kesiap-siagaan selama 24 jam, aktivitas da'wah yang baru ala kadarnya, menjadikan 'sibuk' sebagai dalih atau pembenaran atas tidak tercapainya target yaumian. pfuhh, menyedihkan!
halah, sudahlah! mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Semoga Allah SWT Al Ghafuur mengampuni kesalahan dan dosaku di masa lalu. yang penting sekarang adalah PERUBAHAN! ya, jgn sekedar mau atau ingin, tp harus bertekad dan tentu sj yang lebih penting lagi diikuti dengan tindakan nyata.
semoga Allah memberi kekuatan. InsyaAllah, kita saksikan 3 bulan yang akan datang, grafik itu naik kah? semoga saja..
ada banyak hal yang mesti kubenahi, terutama dalam hal manajemen waktu. sdh banyak waktu yang berlalu, dan sy menyadari sepenuhnya klu 24 jam waktu yang Allah berikan kepadaku setiap hari harus termanfaatkan seoptimal mungkin, tp koq ya, sy masih keteteran dengan aktivitas keseharian. sy kembali tersentil tentang kurangnya manajemen waktu ketika evaluasi yaumian. MasyaAllah, ada begitu banyak waktu efektif yang terbuang untuk hal-hal yang (ternyata) tidak begitu urgen. klu ditanya soal sibuk, sy ya paling cuma kerja kantoran saja, sepulang kantor ngurusi anak dan suami, kesibukan yg lain ya ngajar adek2 ngaji, selebihnya, aktivitas da'wah yg baru seujung kuku dibanding dengan ustadz-ustadzah yang telah mewakafkan kehidupannya di jalan da'wah. ih..malunya diri ini, melihat grafik yaumian yang baru sekitar 60% mencapai target.
Subhanallah, sy teringat dengan seorang ustadzah yang telah syahid (insyaAllah). beliau seorang ummahat yg dipenuhi dengan kesibukan yang luar biasa, dengan 13 orang anak, menjalani aktivitas sebagai pelayan masyarakat (pekerjaan ini menuntut kesiapan bekerja selama 24 jam tentunya), membina puluhan kelompok pengajian dan majelis ta'lim, dan seabrek-abrek aktivitas lainnya, kesehariannya tidak pernah dilewati melainkan dengan sholat malam dan tilawah AlQur'an yang tidak kurang dari 3 juz. sangat naif jika saya yang baru punya 2 anak, kesibukan kerja tidak menuntut kesiap-siagaan selama 24 jam, aktivitas da'wah yang baru ala kadarnya, menjadikan 'sibuk' sebagai dalih atau pembenaran atas tidak tercapainya target yaumian. pfuhh, menyedihkan!
halah, sudahlah! mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Semoga Allah SWT Al Ghafuur mengampuni kesalahan dan dosaku di masa lalu. yang penting sekarang adalah PERUBAHAN! ya, jgn sekedar mau atau ingin, tp harus bertekad dan tentu sj yang lebih penting lagi diikuti dengan tindakan nyata.
semoga Allah memberi kekuatan. InsyaAllah, kita saksikan 3 bulan yang akan datang, grafik itu naik kah? semoga saja..
Senin, 09 Mei 2011
intermezzo..
baru nyadar, ga semua orang kali, ngertiin lu n mau lu, mang lu siapa? bupati bukan, gubernur, apalagi presiden juga bukan. biasa aja deh.
ga usah nyari muka di hadapan boss, ga penting, ntar jadinya ga ikhlas. klu mau berbuat baik tuh, karena Allah. so, kamu berbuat baik ke orang bukan karena pengen sesuatu (ngarep mode on) tp karena emang Allah merintahin gtu, berbuat baik ke sesama. klupun ternyata si boss, balasnya dengan air tuba, ya udah, terima nasib aja. mudah2an jd kafarat dosa lu. (eh, ada haditsnya ga ya?)
yang kudu dipahami tuh, hidup hanya sekali, jgn mikir yg ga penting2 amat. berhentilah memikirkan kata2 boss lu yang menyakitkan hati. masih banyak yang mesti dipikirin. pikirlah bagaimana caranya mencetak hidup ini dengan sesuatu yang berkesan dan bermanfaat sepeninggal kita. sibukkan diri dengan amalan yang mampu menjadi jariyah bagi kita setelah di kubur nanti. klu pikirannya sibuk kesitu kan udah ga perlu mikir yang ga mutu lagi.
sakit hati koq lama2, da ga jamannya lagi jeung!!!
ga usah nyari muka di hadapan boss, ga penting, ntar jadinya ga ikhlas. klu mau berbuat baik tuh, karena Allah. so, kamu berbuat baik ke orang bukan karena pengen sesuatu (ngarep mode on) tp karena emang Allah merintahin gtu, berbuat baik ke sesama. klupun ternyata si boss, balasnya dengan air tuba, ya udah, terima nasib aja. mudah2an jd kafarat dosa lu. (eh, ada haditsnya ga ya?)
yang kudu dipahami tuh, hidup hanya sekali, jgn mikir yg ga penting2 amat. berhentilah memikirkan kata2 boss lu yang menyakitkan hati. masih banyak yang mesti dipikirin. pikirlah bagaimana caranya mencetak hidup ini dengan sesuatu yang berkesan dan bermanfaat sepeninggal kita. sibukkan diri dengan amalan yang mampu menjadi jariyah bagi kita setelah di kubur nanti. klu pikirannya sibuk kesitu kan udah ga perlu mikir yang ga mutu lagi.
sakit hati koq lama2, da ga jamannya lagi jeung!!!
Langganan:
Postingan (Atom)