Senin, 23 Agustus 2010

Kejahilan Anak Sholeh, hiks..hiks..


Astaghfirullah, sungguh hati ini memohon ampun ya Allah. kenapa sih tdk bisa bersabar menghadapi anak sendiri? padahal sabar itu tdk ada batasnya. tapi entah kenapa kalau menghadapi kejahilan Khalid terhadap adiknya, Thariq, hati ini tidak mampu menahan amarah? apatah lagi ini Ramadhan, harusnya kan lebih bisa mengendalikan diri.
Kalau mengingat-ingat lagi QS. Ali Imran ayat 133-136, hati ini sedih sekali karena belum bisa masuk dalam salah satu kategori ciri orang-orang yang bertaqwa dalam kalam Allah itu. ya! saya belum bisa menahan amarah, ironisnya, amarah terhadap anak sendiri yg belum lagi berusia 3 tahun. Khalid memang suka menjahili adiknya, tapi akhir-akhir ini jahilnya bertambah parah. hampir setiap saat Thariq menangis gara-gara dijahili kakaknya, ya dicubitlah, digigitlah, ditempeleng, ditendang, didorong. aduh.. Khalid nak, berhentimiki..
Bisa jadi Khalid jahil karena gemes saja sama adiknya, tapi kejahilannya sudah terlalu, sampai-sampai saya kasihan sama Thariq. seperti ada rasa trauma di dalam dirinya, kalau kakaknya mendekat, mesti kelihatan was-was. takut dipukul.
Tapi ada juga yang lucu di balik kejahilan Khalid, kalau misalnya habis menjahili adiknya, Khalid takut dibombe', jadi kalau diancam mau dibombe', Khalid mesti langsung minta maaf sama adiknya sambil mencium dan memeluk.
Tetap saja ada rasa penyesalan, kalau Khalid saya hukum (baca:tangannnya dipukul) sehabis menjahili adiknya. ya iyalah... anak sekecil itu mana mengerti kalau apa yang dilakukannya itu salah. tapi saya belum bisa mendidik dengan cara yang ideal. jadi kalau Khalid menjahili Thariq, spontan saja saya langsung menghukum. aduh..harusnya kan tidak begitu.
saya teringat dengan 'ulama yang sangat wara', ketika ada ternaknya yang sakit, pasti langsung bermuhasabah, takut ternaknya sakit gara-gara dosa yang diperbuat. itu baru ternak, bgm kalau anak kandung?
Entah dosa dan kesalahan apa yang telah hamba lakukan ya Allah, sampai-sampai Khalid berperilaku seperti itu. sungguh hamba mohon ampun, dan hamba memohon agar ditumbuhkan rasa cinta, kasih dan sayang antara Khalid dan Thariq. jadikan mereka saudara sejati, bukan hanya karena seiman tapi diperkuat lagi karena mereka saudara senasab. amin...

Rabu, 18 Agustus 2010

ta'aruf


gadis itu tertunduk malu. tersipu-sipu. duduk manis di samping sang murabbiyah. pertanyaan-pertanyaan silih berganti dengan jawaban mengalir dari kedua belah pihak. yah, hari itu, proses ta'aruf berjalan dengan lancar.

gadis itu biasa saja. telah bekerja pada instansi pemerintah yang cukup bonafit. bungsu dari 4 bersaudara. ayahnya telah meninggal beberapa tahun silam, ketiga orang kakaknya telah menikah, dan saat itu terpaksa tidak tinggal bersama ibunya berhubung kantor tempat dia bekerja berada di kota lain. azamnya untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan menggenapkan setengah din telah mantap selama satu tahun terakhir. dan hari itu, gayung pun bersambut. data seorang ikhwan ditawarkan kepadanya dari sang murabbiyah. satu pesan dari sang Murabbiyah "pertimbangkan dengan bijak". setelah memohon petunjuk dari Sang Penguasa Alam Semesta, gadis itu setuju untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. ta'aruf. kali ini bukan hanya melalui tulisan, tapi bisa mengetahui sang ikhwan face to face.

pemuda itu memiliki paras yang cukup menarik, kalau saja tubuhnya tinggi beberapa senti, tentu semakin bertambahlah keindahan fisiknya. ah, tapi tak mengapa, bukankah Allah tidak melihat jasmani dan wajah kita, melainkan melihat hati kita.
kegiatan da'wah yang seabrek-abrek di kampus ditambah kiriman dari kampung yang sering macet memaksanya untuk menyelesaikan kuliah lebih lama dari target yang sudah ditetapkan. Alhamdulillah, atas karunia Allah, selepas kuliah, beberapa Saudara menawarkan pekerjaan kepadanya. setelah dirasa cukup mendapatkan ma'isyah, saatnya mencari "aisyah" ^_^. setelah melalui beberapa pertimbangan dan memohon petunjuk dari Allah melalui istikharahnya, akhirnya sang pemuda mantap menjatuhkan pilihannya pada akhawat yang ditawarkan oleh sang Murabbi. jadilah keduanya melangkah ke tahap berikutnya. ta'aruf dan bertemu langsung.

rangkaian prosesnya terbilang singkat. yah, kalau bisa disegerakan kenapa harus diperlambat? keluarga dari kedua belah pihak pun telah sepakat tentang waktu pelaksanaan akad nikah. akhirnya, terpilihlah hari yang sakral bagi keduanya, Senin, 05 Maret 2007 sebagai hari penyatuan dalam ikatan yang suci antara sang gadis dan sang pemuda.
pada pagi hari pukul 10.00 wita, Allah, para malaikat, dan karib kerabat menjadi saksi atas akad antara sang pemuda dan wali sang gadis.

ketika azam telah terpatri di dalam hati ...
sunnah Rasulullah yang diikuti ...
berbekal ikhlas dan bismillahi tawakkaltu 'alallaahi..
kami langkahkan kaki ini menuju keridhoan-Nya ...
berharap keberkahan dalam pelaksanaannya ...
meraih asa sepasang pengantin surga ...

* semoga Allah menyatukan keduanya dalam jannatul firdausNya

Selasa, 10 Agustus 2010

kembali

ketika wajah ini penat memikirkan dunia,
maka berwudhulah ...

ketika tangan ini letih menggapai cita,
maka bertakbirlah ...

ketika pundak tak kuasa memikul amanah,
maka bersujudlah ...

ikhlaskan semua dan mendekatlah pada-Nya ...

agar tunduk di saat yang lain angkuh,
agar teguh di saat yang lain runtuh,
agar tegar di saat yang lain terhempas.

(taken from friend's message)