Alhamdulillah, tanggal 21 Juli kemarin, anak sholeh 2, Thariq sdh berusia 2 tahun. Alhamdulilah, banyak sekali perkembangan positif yang terjadi selama pertumbuhannya. tentu saja, hal itu terjadi atas izin Allah SWT.
anak sholeh 2, memang berbeda dengan anak sholeh 1. Khalid hampir setiap hari bikin mumet, suka nangis klu permintaannya tdk dikabulkan sambil marah2, membanting atau melempar apa saja. tidak jarang yang jd sasaran ummi abinya. anak sholeh 2 hadir menjadi penyeimbang. anak sholeh 2 apa adanya, nangis cuma sekali-kali, sabar, apalagi klu dijahili kakaknya, cuma bisa nangis sambil mengadu ke ummi abi. anak sholeh 2 serasa telaga di padang sahara :D
eits, ini bukan untuk mendiskreditkan anak sholeh 1. kami sadar bahwa tidak semua anak punya karakter yang sama. dan kami juga sadar bahwa anak adalah ujian bagi kami. anak sholeh 1, Khalid, menjadi ujian bagi kesabaran kami, dan anak sholeh 2, Thariq, menjadi ujian bagi kesyukuran kami.
Allahumma Ya Rabb, jadikan anak keturunan kami anak2 yang sholeh dan shalihah, berikan kami kemampuan dan kekuatan untuk membina dan mendidik mereka dengan karakter mereka yang beraneka ragam.
Senin, 25 Juli 2011
Jumat, 01 Juli 2011
Benar sibuk atau pura-pura sibuk?
entah sudah berapa bulan sy tdk silaturrahim ke blog ini, dan sangat naif kurasa klu harus meng-kambing hitam-kan alasan sibuk, buktinya (sebenarnya) sy ga sibuk2 amat koq.
ada banyak hal yang mesti kubenahi, terutama dalam hal manajemen waktu. sdh banyak waktu yang berlalu, dan sy menyadari sepenuhnya klu 24 jam waktu yang Allah berikan kepadaku setiap hari harus termanfaatkan seoptimal mungkin, tp koq ya, sy masih keteteran dengan aktivitas keseharian. sy kembali tersentil tentang kurangnya manajemen waktu ketika evaluasi yaumian. MasyaAllah, ada begitu banyak waktu efektif yang terbuang untuk hal-hal yang (ternyata) tidak begitu urgen. klu ditanya soal sibuk, sy ya paling cuma kerja kantoran saja, sepulang kantor ngurusi anak dan suami, kesibukan yg lain ya ngajar adek2 ngaji, selebihnya, aktivitas da'wah yg baru seujung kuku dibanding dengan ustadz-ustadzah yang telah mewakafkan kehidupannya di jalan da'wah. ih..malunya diri ini, melihat grafik yaumian yang baru sekitar 60% mencapai target.
Subhanallah, sy teringat dengan seorang ustadzah yang telah syahid (insyaAllah). beliau seorang ummahat yg dipenuhi dengan kesibukan yang luar biasa, dengan 13 orang anak, menjalani aktivitas sebagai pelayan masyarakat (pekerjaan ini menuntut kesiapan bekerja selama 24 jam tentunya), membina puluhan kelompok pengajian dan majelis ta'lim, dan seabrek-abrek aktivitas lainnya, kesehariannya tidak pernah dilewati melainkan dengan sholat malam dan tilawah AlQur'an yang tidak kurang dari 3 juz. sangat naif jika saya yang baru punya 2 anak, kesibukan kerja tidak menuntut kesiap-siagaan selama 24 jam, aktivitas da'wah yang baru ala kadarnya, menjadikan 'sibuk' sebagai dalih atau pembenaran atas tidak tercapainya target yaumian. pfuhh, menyedihkan!
halah, sudahlah! mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Semoga Allah SWT Al Ghafuur mengampuni kesalahan dan dosaku di masa lalu. yang penting sekarang adalah PERUBAHAN! ya, jgn sekedar mau atau ingin, tp harus bertekad dan tentu sj yang lebih penting lagi diikuti dengan tindakan nyata.
semoga Allah memberi kekuatan. InsyaAllah, kita saksikan 3 bulan yang akan datang, grafik itu naik kah? semoga saja..
ada banyak hal yang mesti kubenahi, terutama dalam hal manajemen waktu. sdh banyak waktu yang berlalu, dan sy menyadari sepenuhnya klu 24 jam waktu yang Allah berikan kepadaku setiap hari harus termanfaatkan seoptimal mungkin, tp koq ya, sy masih keteteran dengan aktivitas keseharian. sy kembali tersentil tentang kurangnya manajemen waktu ketika evaluasi yaumian. MasyaAllah, ada begitu banyak waktu efektif yang terbuang untuk hal-hal yang (ternyata) tidak begitu urgen. klu ditanya soal sibuk, sy ya paling cuma kerja kantoran saja, sepulang kantor ngurusi anak dan suami, kesibukan yg lain ya ngajar adek2 ngaji, selebihnya, aktivitas da'wah yg baru seujung kuku dibanding dengan ustadz-ustadzah yang telah mewakafkan kehidupannya di jalan da'wah. ih..malunya diri ini, melihat grafik yaumian yang baru sekitar 60% mencapai target.
Subhanallah, sy teringat dengan seorang ustadzah yang telah syahid (insyaAllah). beliau seorang ummahat yg dipenuhi dengan kesibukan yang luar biasa, dengan 13 orang anak, menjalani aktivitas sebagai pelayan masyarakat (pekerjaan ini menuntut kesiapan bekerja selama 24 jam tentunya), membina puluhan kelompok pengajian dan majelis ta'lim, dan seabrek-abrek aktivitas lainnya, kesehariannya tidak pernah dilewati melainkan dengan sholat malam dan tilawah AlQur'an yang tidak kurang dari 3 juz. sangat naif jika saya yang baru punya 2 anak, kesibukan kerja tidak menuntut kesiap-siagaan selama 24 jam, aktivitas da'wah yang baru ala kadarnya, menjadikan 'sibuk' sebagai dalih atau pembenaran atas tidak tercapainya target yaumian. pfuhh, menyedihkan!
halah, sudahlah! mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Semoga Allah SWT Al Ghafuur mengampuni kesalahan dan dosaku di masa lalu. yang penting sekarang adalah PERUBAHAN! ya, jgn sekedar mau atau ingin, tp harus bertekad dan tentu sj yang lebih penting lagi diikuti dengan tindakan nyata.
semoga Allah memberi kekuatan. InsyaAllah, kita saksikan 3 bulan yang akan datang, grafik itu naik kah? semoga saja..
Langganan:
Postingan (Atom)