Senin, 05 Juli 2010

Resign ???

Baru saja aku membaca blog temanku. salah satu tulisannya tentang niatnya untuk resign dari kantornya mengingatkanku kembali akan niat yang sama beberapa tahun yang lalu, ketika masih new comer di instansi tempatku bekerja (fresh from the oven, eh salah, fresh graduate from d1). ya, waktu itu memang aku bercita-cita untuk tidak terus menerus bekerja di instansi tempat sekarang aku banyak menghabiskan waktu. alasannya? yg utama, i wanna spent lots of my time with my family. namun entah kenapa, beberapa tahun terakhir, aku seolah-olah terlupa dengan hal itu (mungkin terhipnotis dengan remun yang atas izin Allah sudah kurasakan besar manfaatnya). tulisan teman di blognya seolah-olah menyadarkanku kembali akan niatku semula.
Kalau ditanya soal keinginan Insya Allah masih ada, tapi masih ada yang menjadi kendala, pertama, sebenarnya it's so boring harus menghabiskan banyak waktu di kantor (bayangkan! dari pagi sampai sore) . kedua, aku belum punya planning, kira-kira profesi apa yang harus kujalani jika memang benar-benar harus resign. ketiga, saat ini kami punya kredit di bank, penghasilan Abi yang-menurutku-masih minim (mudah-mudahan berkah) belum bisa diandalkan sepenuhnya (ga qana'ah nih ^_^ ). Jadilah kami masih membutuhkan pekerjaanku ini untuk menopang keberlangsungan hidup keluarga kami (tepatnya kelancaran pembayaran utang di bank ^_^ ). keempat, setidak-tidaknya lewat profesi ini aku bisa memberikan manfaat bagi segelintir teman-teman yang butuh informasi yang berhubungan dengan bidang yang aku geluti (meski hanya berbekal ilmu seujung kuku), n of course bisa bantu-bantu (ala kadarnya) Saudara dalam hal finansial (meski ga dermawan amat, he..he..he..)
Kesimpulannya, keinginan sih tetap ada, tapi ya..itu, setelah aku bisa mengandalkan pintu-pintu rizki yang lain, meski ada juga kekhawatiran, bgm kalau pintu rizki yg lain sdh terbuka? apa iya, aku masih bisa melepaskan profesi ini? nah lho! kalau soal ini, jawabannya ada di materi FIQH PRIORITAS. harus meminta fatwa dari banyak pihak, bukan hanya bersandar pada keinginan pribadiku semata, karena kusadar hidupku bukan milikku seorang.
Ya Rabbi, tunjukkan pada hamba jalan yang mesti hamba lalui, profesi apapun yang kelak Engkau berikan pada hamba, mudah-mudahan itu menjadi wasilah bagi hamba untuk memperoleh firdaus-Mu. Amin

Tidak ada komentar: