Tampilkan postingan dengan label private experiences. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label private experiences. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2012

Finally, i stopped from this post!

1st july 2012, i'm so excited, so happy, finally, my boss agreed to take me off from my post. fortunately, there's a friend who wants to replace me. i should thanked him impersonally. at least, i dont have to push myself to do something beyond my ability. amazing, my asthma, alhamdulillah, didnt attack me this month.

Rabu, 18 Agustus 2010

ta'aruf


gadis itu tertunduk malu. tersipu-sipu. duduk manis di samping sang murabbiyah. pertanyaan-pertanyaan silih berganti dengan jawaban mengalir dari kedua belah pihak. yah, hari itu, proses ta'aruf berjalan dengan lancar.

gadis itu biasa saja. telah bekerja pada instansi pemerintah yang cukup bonafit. bungsu dari 4 bersaudara. ayahnya telah meninggal beberapa tahun silam, ketiga orang kakaknya telah menikah, dan saat itu terpaksa tidak tinggal bersama ibunya berhubung kantor tempat dia bekerja berada di kota lain. azamnya untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan menggenapkan setengah din telah mantap selama satu tahun terakhir. dan hari itu, gayung pun bersambut. data seorang ikhwan ditawarkan kepadanya dari sang murabbiyah. satu pesan dari sang Murabbiyah "pertimbangkan dengan bijak". setelah memohon petunjuk dari Sang Penguasa Alam Semesta, gadis itu setuju untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. ta'aruf. kali ini bukan hanya melalui tulisan, tapi bisa mengetahui sang ikhwan face to face.

pemuda itu memiliki paras yang cukup menarik, kalau saja tubuhnya tinggi beberapa senti, tentu semakin bertambahlah keindahan fisiknya. ah, tapi tak mengapa, bukankah Allah tidak melihat jasmani dan wajah kita, melainkan melihat hati kita.
kegiatan da'wah yang seabrek-abrek di kampus ditambah kiriman dari kampung yang sering macet memaksanya untuk menyelesaikan kuliah lebih lama dari target yang sudah ditetapkan. Alhamdulillah, atas karunia Allah, selepas kuliah, beberapa Saudara menawarkan pekerjaan kepadanya. setelah dirasa cukup mendapatkan ma'isyah, saatnya mencari "aisyah" ^_^. setelah melalui beberapa pertimbangan dan memohon petunjuk dari Allah melalui istikharahnya, akhirnya sang pemuda mantap menjatuhkan pilihannya pada akhawat yang ditawarkan oleh sang Murabbi. jadilah keduanya melangkah ke tahap berikutnya. ta'aruf dan bertemu langsung.

rangkaian prosesnya terbilang singkat. yah, kalau bisa disegerakan kenapa harus diperlambat? keluarga dari kedua belah pihak pun telah sepakat tentang waktu pelaksanaan akad nikah. akhirnya, terpilihlah hari yang sakral bagi keduanya, Senin, 05 Maret 2007 sebagai hari penyatuan dalam ikatan yang suci antara sang gadis dan sang pemuda.
pada pagi hari pukul 10.00 wita, Allah, para malaikat, dan karib kerabat menjadi saksi atas akad antara sang pemuda dan wali sang gadis.

ketika azam telah terpatri di dalam hati ...
sunnah Rasulullah yang diikuti ...
berbekal ikhlas dan bismillahi tawakkaltu 'alallaahi..
kami langkahkan kaki ini menuju keridhoan-Nya ...
berharap keberkahan dalam pelaksanaannya ...
meraih asa sepasang pengantin surga ...

* semoga Allah menyatukan keduanya dalam jannatul firdausNya

Senin, 05 Juli 2010

Resign ???

Baru saja aku membaca blog temanku. salah satu tulisannya tentang niatnya untuk resign dari kantornya mengingatkanku kembali akan niat yang sama beberapa tahun yang lalu, ketika masih new comer di instansi tempatku bekerja (fresh from the oven, eh salah, fresh graduate from d1). ya, waktu itu memang aku bercita-cita untuk tidak terus menerus bekerja di instansi tempat sekarang aku banyak menghabiskan waktu. alasannya? yg utama, i wanna spent lots of my time with my family. namun entah kenapa, beberapa tahun terakhir, aku seolah-olah terlupa dengan hal itu (mungkin terhipnotis dengan remun yang atas izin Allah sudah kurasakan besar manfaatnya). tulisan teman di blognya seolah-olah menyadarkanku kembali akan niatku semula.
Kalau ditanya soal keinginan Insya Allah masih ada, tapi masih ada yang menjadi kendala, pertama, sebenarnya it's so boring harus menghabiskan banyak waktu di kantor (bayangkan! dari pagi sampai sore) . kedua, aku belum punya planning, kira-kira profesi apa yang harus kujalani jika memang benar-benar harus resign. ketiga, saat ini kami punya kredit di bank, penghasilan Abi yang-menurutku-masih minim (mudah-mudahan berkah) belum bisa diandalkan sepenuhnya (ga qana'ah nih ^_^ ). Jadilah kami masih membutuhkan pekerjaanku ini untuk menopang keberlangsungan hidup keluarga kami (tepatnya kelancaran pembayaran utang di bank ^_^ ). keempat, setidak-tidaknya lewat profesi ini aku bisa memberikan manfaat bagi segelintir teman-teman yang butuh informasi yang berhubungan dengan bidang yang aku geluti (meski hanya berbekal ilmu seujung kuku), n of course bisa bantu-bantu (ala kadarnya) Saudara dalam hal finansial (meski ga dermawan amat, he..he..he..)
Kesimpulannya, keinginan sih tetap ada, tapi ya..itu, setelah aku bisa mengandalkan pintu-pintu rizki yang lain, meski ada juga kekhawatiran, bgm kalau pintu rizki yg lain sdh terbuka? apa iya, aku masih bisa melepaskan profesi ini? nah lho! kalau soal ini, jawabannya ada di materi FIQH PRIORITAS. harus meminta fatwa dari banyak pihak, bukan hanya bersandar pada keinginan pribadiku semata, karena kusadar hidupku bukan milikku seorang.
Ya Rabbi, tunjukkan pada hamba jalan yang mesti hamba lalui, profesi apapun yang kelak Engkau berikan pada hamba, mudah-mudahan itu menjadi wasilah bagi hamba untuk memperoleh firdaus-Mu. Amin

Selasa, 15 September 2009

wake up!

i'm old. kembali kata-kata itu terngiang-ngiang mengingatkanku akan usia yang semakin bertambah. mari kita flashback. di usia belasan tahun, lumayan banyak prestasi yang kutorehkan dalam hidup ini (menurutku lho!). mulai dari SD (ane ga melalui sekolah TK), Alhamdulillah ga pernah keluar dari 10 besar, demikian pula di SMP. Alhamdulillah ane di SMP dulu masuk 2 besar, so ane mendapat kehormatan berupa tawaran untuk sekolah mewakili kabupaten Maros ke SMA Unggulan di Malino. at the same time, ane lulus di STM Telkom (setelah melalui beberapa tahap seleksi), 'coz ane waktu itu obsesinya pengen cepat2 kerja , ane memilih melanjutkan sekolah ke STM Telkom. sayang, waktu itu milihnya tidak pake istikharah, jadi keputusan dominan dipengaruhi oleh hawa nafsu, makanya selepas STM, Allah belum mengizinkan diriku untuk kerja kantoran, pada tahun 2000, tahun yang sama ane lulus STM, tahun dimana Indonesia sedang mengalami krisis moneter, PT. Telkom bukannya menerima karyawan baru, malah mem-PHK sebagian karyawannya, padahal ane masuk 10 besar lho, artinya besar kemungkinan untuk menjadi karyawan PT. Telkom tanpa melalui tes. tidak sampai disitu, kesuksesan itu berlanjut sampai ketika ane mau masuk PT.
tahun 2000, ane lulus SPMB (dulu UMPTN) di UNHAS jurusan Bahasa Inggris, pilihan kedua sih, tapi intinya kan lulus. namun pada akhirnya ane memutuskan untuk tidak mengambilnya dan memilih kursus Bhs. Jepang (sekarang ane berpikir aneh juga keputusan itu).
tahun 2001, ane mendaftar SPMB lagi, Alhamdulillah kali ini ane lulus di Kedokteran umum UNHAS, dan lagi-lagi at the same time ane lulus di STAN. kembali ane dihadapkan pada dua pilihan yang sama2 bagus, tp ya dasar belum tahu ilmunya, lagi-lagi milihnya tidak pake istikharah, obsesi yang kemarin (untuk cepat2 kerja) belum hilang dari dalam jiwa, akhirnya ane memilih untuk kuliah di STAN selama kurang lebih 1 tahun. and now, here i am, di KPP Pratama Maros, telah bekerja selama kurang lebih 7 tahun. yang menyedihkan, selepas lulus kuliah di STAN, ane sdh seperti kehilangan potensi, terakhir yang ane rasakan adalah masuk 5 besar di STAN, setelah itu it's like i'm loosing my dignity.
kembali ke soal usia, di usia yang menghampiri 30, ane belum selesai S1, dan yang paling menyedihkan, kuliah ane sekarang menjadi kacau, nilai2nya hancur. intinya, beda banget dengan kondisi ane di masa lalu (khususnya di bidang pendidikan). miris juga sih, tp ya.. itulah hidup, ga boleh disesali, karena semua itu merupakan puzzle hidup yang telah ditentukan oleh Allah SWT. tinggal dari kita saja, bagaimana merangkai puzzle itu agar menjadi sebuah gambar yang indah. ah, ga boleh terlalu lama tertidur (he..he.. jadi ingat lagunya mbah surip), ntar gambarnya ga jadi2.
c'mon ummu khalid, wake up!

Selasa, 18 Agustus 2009

yang kedua

tanggal 21 Juli 2009 pukul 06.05 WITA adalah saat yang bersejarah bagiku. Thariq, demikian kami memanggilnya, lahir dari rahimku. sekitar pukul 03.00 pagi ane sudah mulai merasakan adanya kontraksi, tapi ane berusaha santai alias tetap tidur. maksudnya mau dicuekin sakitnya tp akhirnya ga tahan jg. ane bangun trus ke kamar mandi, sakitnya semakin bertambah, ane jd bertanya2 kira2 ini sudah pembukaan berapa? di rumah, ane hanya bertiga. ane, zauji dan Khalid. sebenarnya dini hari itu Khalid jg lg sakit, muntah2. Alhamdulillah Khalid sudah baikan pas ane yang kemudian merasakan sakit krn kontraksi itu. kurang lebih jam 4 pagi, ane menelepon ke kerabat kami untuk pinjam mobil buat ke rumah bersalin, rencana awal zauji mengambil mobil dulu ke rumah kerabat kami itu, trus jemput kami di rumah. tp, keknya ane ga bs nunggu lama, so berangkatlah kami bertiga menuju rumah bersalin tp sebelumnya mampir ke rumah teman untuk mengganti kendaraan (dari roda dua menjadi roda empat). lumayan ribet klu pke motor, ga muat soalnya. ada Khalid, zauji, ane+kopor yang berisi perlengkapan sehabis melahirkan.
marbot2 masjid sudah pada memutar kaset ngaji karena bentar lagi mau masuk shubuh. selepas menukar kendaraan, kami ke rumah ummi dulu buat nitip Khalid trus melanjutkan perjalanan menuju rumah bersalin (Bidan delima ibu Hj. Irawaty). sesaat sampai di tujuan, adzan shubuh berkumandang. ane masuk trus di-check oleh asisten Bidan kemudian di-check lagi oleh bidan. sakitnya semakin menjadi2, ane diminta berbaring di tempat tidur persalinan. karena sudah adzan ane ingatkan zauji untuk ke masjid, sholat Shubuh dulu, jadi ane ditinggal sebentar oleh zauji. ane ditunggui oleh Bidan sambil diajak ngobrol, asistennya kemudian masuk dan membawa segelas teh. ane disilahkan untuk minum dulu. tak lama, zauji sudah kembali dari masjid. kontraksi semakin sering terjadi, ane juga sudah mulai merasakan bahwa saatnya sudah tiba jadi ane sampaikan ke Bidan, oleh bidan ane diminta mengedan, karena kurang tenaga, mengedannya tidak maksimal makanya harus berkali2.Alhamdulillah, tepat pukul 06.05 WITA lahirlah (untuk kedua kalinya) seorang calon mujahid dari rahimku. lega rasanya ...