i'm old. kembali kata-kata itu terngiang-ngiang mengingatkanku akan usia yang semakin bertambah. mari kita flashback. di usia belasan tahun, lumayan banyak prestasi yang kutorehkan dalam hidup ini (menurutku lho!). mulai dari SD (ane ga melalui sekolah TK), Alhamdulillah ga pernah keluar dari 10 besar, demikian pula di SMP. Alhamdulillah ane di SMP dulu masuk 2 besar, so ane mendapat kehormatan berupa tawaran untuk sekolah mewakili kabupaten Maros ke SMA Unggulan di Malino. at the same time, ane lulus di STM Telkom (setelah melalui beberapa tahap seleksi), 'coz ane waktu itu obsesinya pengen cepat2 kerja , ane memilih melanjutkan sekolah ke STM Telkom. sayang, waktu itu milihnya tidak pake istikharah, jadi keputusan dominan dipengaruhi oleh hawa nafsu, makanya selepas STM, Allah belum mengizinkan diriku untuk kerja kantoran, pada tahun 2000, tahun yang sama ane lulus STM, tahun dimana Indonesia sedang mengalami krisis moneter, PT. Telkom bukannya menerima karyawan baru, malah mem-PHK sebagian karyawannya, padahal ane masuk 10 besar lho, artinya besar kemungkinan untuk menjadi karyawan PT. Telkom tanpa melalui tes. tidak sampai disitu, kesuksesan itu berlanjut sampai ketika ane mau masuk PT.
tahun 2000, ane lulus SPMB (dulu UMPTN) di UNHAS jurusan Bahasa Inggris, pilihan kedua sih, tapi intinya kan lulus. namun pada akhirnya ane memutuskan untuk tidak mengambilnya dan memilih kursus Bhs. Jepang (sekarang ane berpikir aneh juga keputusan itu).
tahun 2001, ane mendaftar SPMB lagi, Alhamdulillah kali ini ane lulus di Kedokteran umum UNHAS, dan lagi-lagi at the same time ane lulus di STAN. kembali ane dihadapkan pada dua pilihan yang sama2 bagus, tp ya dasar belum tahu ilmunya, lagi-lagi milihnya tidak pake istikharah, obsesi yang kemarin (untuk cepat2 kerja) belum hilang dari dalam jiwa, akhirnya ane memilih untuk kuliah di STAN selama kurang lebih 1 tahun. and now, here i am, di KPP Pratama Maros, telah bekerja selama kurang lebih 7 tahun. yang menyedihkan, selepas lulus kuliah di STAN, ane sdh seperti kehilangan potensi, terakhir yang ane rasakan adalah masuk 5 besar di STAN, setelah itu it's like i'm loosing my dignity.
kembali ke soal usia, di usia yang menghampiri 30, ane belum selesai S1, dan yang paling menyedihkan, kuliah ane sekarang menjadi kacau, nilai2nya hancur. intinya, beda banget dengan kondisi ane di masa lalu (khususnya di bidang pendidikan). miris juga sih, tp ya.. itulah hidup, ga boleh disesali, karena semua itu merupakan puzzle hidup yang telah ditentukan oleh Allah SWT. tinggal dari kita saja, bagaimana merangkai puzzle itu agar menjadi sebuah gambar yang indah. ah, ga boleh terlalu lama tertidur (he..he.. jadi ingat lagunya mbah surip), ntar gambarnya ga jadi2.
c'mon ummu khalid, wake up!
Selasa, 15 September 2009
Jumat, 11 September 2009
10 hari terakhir
hari ini tanggal 11 September 2009 bertepatan dengan hari ke-21 Ramadhan 1430 H, yang artinya sudah memasuki 10 hari terakhir (atau 9 hari jika Ramadhan kali ini hanya 29 hari saja). hal ini tentu saja membuat sebagian hati kaum muslimin (termasuk hati ini) was-was, khawatir dengan amalan yang telah dilakukan, cemas jika seandainya amal ibadah selama 20 hari Ramadhan yang telah terlewati sia-sia, berharap agar bisa memaksimalkan ibadah di hari-hari terakhir agar kesempatan ini tidak terlewatkan begitu saja. tidak sedikit jiwa yang menyia-nyiakan Ramadhan, lalai dalam beribadah dan akhirnya meninggalkan jejak penyesalan di dalam jiwa, Na'udzubillah. semoga ane dan antum tidak termasuk di dalamnya.
mari kita bermuhasabah, kembali mengingat-ingat amalan dan ibadah kita kemarin, bgm puasa kita? bgm sholat kita? bgm qiyamullail kita? bgm infaq kita? bgm ibadah2 kita yang lain? sudah maksimalkah? klu belum, yuk, sama2 kita perbaiki lagi, kita maksimalkan amal ibadah kita. klu merasa sdh maksimal (geer!) ? yuk, kita tingkatkan kualitasnya, mumpung Allah SWT masih memberi kesempatan, mumpung masih ada Ramadhan. tentu kita tidak ingin Ramadhan meninggalkan kita dalam keadaan jiwa kita masih kotor, belum bersih, masih ada maksiat2 kita yang belum diampuni Allah, Na'udzubillah.
so, let's fire up the last 10 days of Ramadhan, may Allah SWT forgive us and made us 'Tattaqun'.
amin..
mari kita bermuhasabah, kembali mengingat-ingat amalan dan ibadah kita kemarin, bgm puasa kita? bgm sholat kita? bgm qiyamullail kita? bgm infaq kita? bgm ibadah2 kita yang lain? sudah maksimalkah? klu belum, yuk, sama2 kita perbaiki lagi, kita maksimalkan amal ibadah kita. klu merasa sdh maksimal (geer!) ? yuk, kita tingkatkan kualitasnya, mumpung Allah SWT masih memberi kesempatan, mumpung masih ada Ramadhan. tentu kita tidak ingin Ramadhan meninggalkan kita dalam keadaan jiwa kita masih kotor, belum bersih, masih ada maksiat2 kita yang belum diampuni Allah, Na'udzubillah.
so, let's fire up the last 10 days of Ramadhan, may Allah SWT forgive us and made us 'Tattaqun'.
amin..
Khalid puru2...
dari dulu ummi sangat tidak setuju klu khalid ngemil kerupuk, tp yach sdh resiko menjadi seorang ibu yg jg sekaligus pegawai, jadinya tdk bs mengawasi anak2 24 jam. berawal dari 'ammu (paman)nya khalid yang sering bawa khalid belanja ke warung, beli jajanan. karena terjadinya hampir tiap hari (setiap 'ammunya pulang kantor sekitar jam 3an, mesti diajak ke warung), jadinya khalid kebiasaan. beli jajanan sich ga masalah, tp yg dibelinya itu lho! banyakan kerupuk yang mengandung msg. sering ummi bilang, klu mau beli, biskuit saja atau coklat, ga usah kerupuk, tp yach karena yg diliat di warung macam2, maunya jg macam2. klu dipilihkan sesuai yg qt mau, khalidnya nangis2. akibatnya? hidungnya puru2 (Alhamdulillah, sekarang sdh tahap penyembuhan), gara2nya alergi dgn msg yg terkandung dlm kerupuk yg sering dibeli. ironis memang, ummi sungguh berharap bs menerapkan agar keluarga ummi tdk perlu mengkonsumsi msg, tp di sisi lain, ummi harus menyadari bahwa yang menjaga khalid banyakan keluarga, mereka tentu saja tdk bs disalahkan, terlebih ketika khalid sdh menangis dan memberontak, jurus yang paling ampuh untuk meredakan tangisnya adalah dibawa ke warung dan khalid tinggal pilih apa yg diinginkan. jadilah sekarang khalid punya kebiasaan baru, klu ummi mau berangkat ke kantor atau sdh pulang dari kantor, khalid menengadahkan tangan (bahkan biasanya dgn 2 tangan) sambil berkata "uwa.." (baca:uang)
karena kebiasaan inilah hingga timbul lg kebiasaan lain, menangis sejadi-jadinya jika permintaanya tidak dikabulkan, dan lagi2 ummi klu sdh tdk tahan akhirnya ikut kebiasaan yg lain bw khalid ke warung buat beli jajanan. hiks..hiks...
karena kebiasaan inilah hingga timbul lg kebiasaan lain, menangis sejadi-jadinya jika permintaanya tidak dikabulkan, dan lagi2 ummi klu sdh tdk tahan akhirnya ikut kebiasaan yg lain bw khalid ke warung buat beli jajanan. hiks..hiks...
normal ga sih?
28 nopember tahun ini Khalid sdh genap 2 tahun. Alhamdulillah Khalid tumbuh sehat walau dengan kondisi fisik yang kecil dibanding balita seusianya, namun hal itu tidak terlalu merisaukan kami, karena kami berpikir (sebagaimana kebanyakan kerabat kami juga berpikir) bahwa mungkin hal tersebut (tubuh mungilnya yang kecil) karena pengaruh gen, ummi abinya kan kecil :)
ada hal yang membuat kami sedikit khawatir. di usianya yang hampir 2 tahun, Khalid belum fasih berbicara, bahkan untuk memanggil ummi abinya, Khalid belum bisa. hal itu normal ga sih?
sebenarnya Khalid sdh bisa mengungkapkan beberapa hal (tentu saja dengan bhsnya sendiri yg bagi kita orang dewasa masih sulit untuk dipahami kecuali meneliti terlebih dahulu), bisa dengan berkata-kata tapi lebih sering dgn bahasa tubuh. misalnya saja, untuk minum biasanya Khalid bilang num-num, klu mau makan biasanya menunjuk ke arah kompor, mungkin karena Khalid biasa melihat makanan dimasak di kompor (kadang aku tertawa sendiri karena menganggap hal itu lucu). kalau Khalid menginginkan sesuatu, kami harus menerka2 dulu konfirmasi ke Khalidnya, klu Khalid mengangguk berarti terkaan kami benar, tp klu salah Khalid akan menggeleng. di balik itu semua, hal yang perlu kami syukuri adalah Khalid paham dengan apa yang kami ucapkan (artinya ga ada masalah dengan pendengaran Khalid). Khalid..Khalid... semoga engkau segera dianugerahi Allah SWT kemampuan untuk berbicara dengan fasih seperti halnya kebanyakan teman-temanmu nak! ummi berharap ini hanyalah masalah waktu (semoga waktunya ga kelamaan). amin..
ada hal yang membuat kami sedikit khawatir. di usianya yang hampir 2 tahun, Khalid belum fasih berbicara, bahkan untuk memanggil ummi abinya, Khalid belum bisa. hal itu normal ga sih?
sebenarnya Khalid sdh bisa mengungkapkan beberapa hal (tentu saja dengan bhsnya sendiri yg bagi kita orang dewasa masih sulit untuk dipahami kecuali meneliti terlebih dahulu), bisa dengan berkata-kata tapi lebih sering dgn bahasa tubuh. misalnya saja, untuk minum biasanya Khalid bilang num-num, klu mau makan biasanya menunjuk ke arah kompor, mungkin karena Khalid biasa melihat makanan dimasak di kompor (kadang aku tertawa sendiri karena menganggap hal itu lucu). kalau Khalid menginginkan sesuatu, kami harus menerka2 dulu konfirmasi ke Khalidnya, klu Khalid mengangguk berarti terkaan kami benar, tp klu salah Khalid akan menggeleng. di balik itu semua, hal yang perlu kami syukuri adalah Khalid paham dengan apa yang kami ucapkan (artinya ga ada masalah dengan pendengaran Khalid). Khalid..Khalid... semoga engkau segera dianugerahi Allah SWT kemampuan untuk berbicara dengan fasih seperti halnya kebanyakan teman-temanmu nak! ummi berharap ini hanyalah masalah waktu (semoga waktunya ga kelamaan). amin..
Langganan:
Postingan (Atom)