
gadis itu tertunduk malu. tersipu-sipu. duduk manis di samping sang murabbiyah. pertanyaan-pertanyaan silih berganti dengan jawaban mengalir dari kedua belah pihak. yah, hari itu, proses ta'aruf berjalan dengan lancar.
gadis itu biasa saja. telah bekerja pada instansi pemerintah yang cukup bonafit. bungsu dari 4 bersaudara. ayahnya telah meninggal beberapa tahun silam, ketiga orang kakaknya telah menikah, dan saat itu terpaksa tidak tinggal bersama ibunya berhubung kantor tempat dia bekerja berada di kota lain. azamnya untuk mengikuti sunnah Rasulullah dan menggenapkan setengah din telah mantap selama satu tahun terakhir. dan hari itu, gayung pun bersambut. data seorang ikhwan ditawarkan kepadanya dari sang murabbiyah. satu pesan dari sang Murabbiyah "pertimbangkan dengan bijak". setelah memohon petunjuk dari Sang Penguasa Alam Semesta, gadis itu setuju untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. ta'aruf. kali ini bukan hanya melalui tulisan, tapi bisa mengetahui sang ikhwan face to face.
pemuda itu memiliki paras yang cukup menarik, kalau saja tubuhnya tinggi beberapa senti, tentu semakin bertambahlah keindahan fisiknya. ah, tapi tak mengapa, bukankah Allah tidak melihat jasmani dan wajah kita, melainkan melihat hati kita.
kegiatan da'wah yang seabrek-abrek di kampus ditambah kiriman dari kampung yang sering macet memaksanya untuk menyelesaikan kuliah lebih lama dari target yang sudah ditetapkan. Alhamdulillah, atas karunia Allah, selepas kuliah, beberapa Saudara menawarkan pekerjaan kepadanya. setelah dirasa cukup mendapatkan ma'isyah, saatnya mencari "aisyah" ^_^. setelah melalui beberapa pertimbangan dan memohon petunjuk dari Allah melalui istikharahnya, akhirnya sang pemuda mantap menjatuhkan pilihannya pada akhawat yang ditawarkan oleh sang Murabbi. jadilah keduanya melangkah ke tahap berikutnya. ta'aruf dan bertemu langsung.
rangkaian prosesnya terbilang singkat. yah, kalau bisa disegerakan kenapa harus diperlambat? keluarga dari kedua belah pihak pun telah sepakat tentang waktu pelaksanaan akad nikah. akhirnya, terpilihlah hari yang sakral bagi keduanya, Senin, 05 Maret 2007 sebagai hari penyatuan dalam ikatan yang suci antara sang gadis dan sang pemuda.
pada pagi hari pukul 10.00 wita, Allah, para malaikat, dan karib kerabat menjadi saksi atas akad antara sang pemuda dan wali sang gadis.
ketika azam telah terpatri di dalam hati ...
sunnah Rasulullah yang diikuti ...
berbekal ikhlas dan bismillahi tawakkaltu 'alallaahi..
kami langkahkan kaki ini menuju keridhoan-Nya ...
berharap keberkahan dalam pelaksanaannya ...
meraih asa sepasang pengantin surga ...
* semoga Allah menyatukan keduanya dalam jannatul firdausNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar