Selasa, 15 September 2009

wake up!

i'm old. kembali kata-kata itu terngiang-ngiang mengingatkanku akan usia yang semakin bertambah. mari kita flashback. di usia belasan tahun, lumayan banyak prestasi yang kutorehkan dalam hidup ini (menurutku lho!). mulai dari SD (ane ga melalui sekolah TK), Alhamdulillah ga pernah keluar dari 10 besar, demikian pula di SMP. Alhamdulillah ane di SMP dulu masuk 2 besar, so ane mendapat kehormatan berupa tawaran untuk sekolah mewakili kabupaten Maros ke SMA Unggulan di Malino. at the same time, ane lulus di STM Telkom (setelah melalui beberapa tahap seleksi), 'coz ane waktu itu obsesinya pengen cepat2 kerja , ane memilih melanjutkan sekolah ke STM Telkom. sayang, waktu itu milihnya tidak pake istikharah, jadi keputusan dominan dipengaruhi oleh hawa nafsu, makanya selepas STM, Allah belum mengizinkan diriku untuk kerja kantoran, pada tahun 2000, tahun yang sama ane lulus STM, tahun dimana Indonesia sedang mengalami krisis moneter, PT. Telkom bukannya menerima karyawan baru, malah mem-PHK sebagian karyawannya, padahal ane masuk 10 besar lho, artinya besar kemungkinan untuk menjadi karyawan PT. Telkom tanpa melalui tes. tidak sampai disitu, kesuksesan itu berlanjut sampai ketika ane mau masuk PT.
tahun 2000, ane lulus SPMB (dulu UMPTN) di UNHAS jurusan Bahasa Inggris, pilihan kedua sih, tapi intinya kan lulus. namun pada akhirnya ane memutuskan untuk tidak mengambilnya dan memilih kursus Bhs. Jepang (sekarang ane berpikir aneh juga keputusan itu).
tahun 2001, ane mendaftar SPMB lagi, Alhamdulillah kali ini ane lulus di Kedokteran umum UNHAS, dan lagi-lagi at the same time ane lulus di STAN. kembali ane dihadapkan pada dua pilihan yang sama2 bagus, tp ya dasar belum tahu ilmunya, lagi-lagi milihnya tidak pake istikharah, obsesi yang kemarin (untuk cepat2 kerja) belum hilang dari dalam jiwa, akhirnya ane memilih untuk kuliah di STAN selama kurang lebih 1 tahun. and now, here i am, di KPP Pratama Maros, telah bekerja selama kurang lebih 7 tahun. yang menyedihkan, selepas lulus kuliah di STAN, ane sdh seperti kehilangan potensi, terakhir yang ane rasakan adalah masuk 5 besar di STAN, setelah itu it's like i'm loosing my dignity.
kembali ke soal usia, di usia yang menghampiri 30, ane belum selesai S1, dan yang paling menyedihkan, kuliah ane sekarang menjadi kacau, nilai2nya hancur. intinya, beda banget dengan kondisi ane di masa lalu (khususnya di bidang pendidikan). miris juga sih, tp ya.. itulah hidup, ga boleh disesali, karena semua itu merupakan puzzle hidup yang telah ditentukan oleh Allah SWT. tinggal dari kita saja, bagaimana merangkai puzzle itu agar menjadi sebuah gambar yang indah. ah, ga boleh terlalu lama tertidur (he..he.. jadi ingat lagunya mbah surip), ntar gambarnya ga jadi2.
c'mon ummu khalid, wake up!

Tidak ada komentar: