sungguh berat terasa beban ini. awalnya saya kira saya bisa menjalaninya dengan baik, tentu menurut saya, saya telah berusaha semampu saya, sekuat tenaga saya untuk berbuat yang terbaik dengan jabatan ini, walau tdk bisa dipungkiri saya masih punya begitu banyak kekurangan yang harus dibenahi, not to mention my weakness, oh Allah, so many...
barangkali diri ini masih bisa tetap semangat kalau saja pihak-pihak terkait selalu memberikan respon positif, pada kenyataannya tidaklah demikian. tidak apa-apa. semua ada hikmahnya. tidak perlu diri ini menyalahkan orang lain atas ketidak mengertian mereka akan posisiku.
adalah sesuatu yang lumrah jika semuanya ingin berada pada zona nyaman. dengan mudahnya orang mengritik tanpa bisa memberikan solusi, bahkan yang ada menorehkan luka di hati. mereka, yang tukang kritik, tukang gosip, suka mencari kambing hitam, belum tentu mau menanggung beban tugas ini. ya, saya yakin mereka dengan tegas akan menolak jika diminta untuk menjabat jabatan ini, dengan seribu macam alasan.
yang membuatku sedih, saya sudah tidak yakin lagi dengan keikhlasanku bekerja, kebanyakan karena keterpaksaan, padahal syarat utama diterimanya ibadah kita adalah keikhlasan. niat bekerja ini terasa ternodai dengan ketidakikhlasan.
ini harus berakhir, tidak boleh terus menerus begini. ya, saya harus menentukan sikap. sebenarnya saya sudah punya keputusan, hanya saja, masih perlu dikuatkan dengan shalat istikharah, takutnya keputusan ini karena emosionalku saja.
semoga Allah selalu menolongku (sebagaimana yang selalu dilakukanNya). saya bahagia, karena Allah tidak pernah meninggalkanku sendiri, meski yang lain meninggalkanku.
Hasbunallaha ni'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar